Pangkep, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pemkab Pangkep) mengikuti verifikasi lapangan hybrid Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) secara virtual pada Rabu (23/4/2025).
Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau, menyampaikan komitmen kuat pemerintah daerah dalam pemenuhan hak-hak anak.
“Anak-anak di Kabupaten Pangkep jumlahnya sekitar 111 ribu jiwa atau 31 persen dari total penduduk. Maka, pemenuhan hak anak dan perlindungan terhadap mereka menjadi prioritas,” ungkap Yusran dari ruang rapat Bupati Pangkep.
Ia menegaskan upaya untuk menekan angka perkawinan anak, penurunan stunting, serta menyediakan layanan pengaduan kekerasan terhadap anak. Selain itu, anak-anak juga diberi hak bicara dalam forum Musrenbang sebagai bentuk partisipasi aktif mereka dalam pembangunan.
Sekretaris Daerah Pangkep, Suriani, selaku Ketua Gugus Tugas KLA Pangkep, memaparkan capaian lima klaster utama KLA:
Klaster 1: Hak Sipil dan Kebebasan
- Cakupan akta kelahiran meningkat dari 96,41 persen (2022) menjadi 99,9 persen (2023).
- Anak yang memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) meningkat dari 40,98 persen menjadi 96,41 persen.
Klaster 2: Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif
- Dispensasi perkawinan anak turun dari 165 kasus (2022) menjadi 68 kasus (2023).
- Angka partisipasi murni PAUD naik dari 56,61 persen menjadi 59,53 persen.
Klaster 3: Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan
- Stunting menurun dari 34,2 persen (SSGI 2022) menjadi 30 persen (2023).
- Data e-PPGBM menunjukkan penurunan dari 10,64 persen menjadi 10 persen.
- Akses sanitasi RT meningkat menjadi 53,42 persen.
Klaster 4: Pendidikan, Waktu Luang, dan Budaya
- Anak putus sekolah SD turun dari 0,35 persen menjadi 0,27 persen, SMP dari 1,20 persen menjadi 0,73 persen.
- Rumah ibadah ramah anak meningkat dari 6 menjadi 8 unit.
Klaster 5: Perlindungan Khusus
- Layanan korban kekerasan anak meningkat dari 22 kasus menjadi 101 layanan kasus (2023).
Kepala DP2KBP3A Pangkep, Nurliah Sanusi, menegaskan bahwa proses verifikasi berlangsung lancar dan respons dari semua OPD berjalan baik.
“Alhamdulillah semua tim menjawab dengan baik. Hanya tinggal pelengkapan dokumen dalam 1–2 hari ke depan,” jelasnya.
Pangkep menargetkan meraih penghargaan KLA kategori Nindya tahun ini.
Perwakilan Forum Anak Kabupaten Pangkep, Miska Aurelia, menyampaikan kebanggaannya karena bisa terlibat langsung dalam proses verifikasi.
“Alhamdulillah semua pertanyaan dari tim verifikator bisa kami jawab dengan baik,” ujarnya.
(Mcpangkep)