Jakarta, InfoPublik - Finalis None Jakarta 2026 menilai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas efektif dalam mendukung tumbuh kembang anak, khususnya dengan memberikan perlindungan terhadap anak dari berbagai risiko di ruang digital.
Wakil None Jakarta Timur 2026, Citra, menyatakan dukungannya terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas.
Menurut Citra, penerapan PP Tunas berkaitan erat dengan perkembangan otak anak yang masih dalam tahap pertumbuhan sehingga belum sepenuhnya mampu mencerna dan memilah informasi yang diterima di ruang digital. "Jadi kalau misalkan otak anak itu dari kecil sampai dewasa, tentunya pada saat kecil belum bisa mencerna dan juga memilah informasi secara langsung. Sehingga adanya pembatasan usia ini tentunya efektif sesuai dengan tumbuh-kembang anak," kata Citra saat mengikuti pembekalan finalis The 54th Abang None Jakarta 2026 bersama Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Citra menilai kemampuan anak dalam memilih dan memilah informasi akan berkembang seiring pertambahan usia. Dengan demikian, pembatasan usia dalam mengakses ruang digital diharapkan dapat memberikan waktu bagi anak untuk membangun kemampuan tersebut. "Jadi apa yang bisa diresap oleh anak pada saat kecil, kemudian seiring bersamanya waktu tadi sampai usia 16 tahun, akhirnya anak mungkin sudah bisa memilih informasi-informasi yang ada di ruang digital," ujar dia.
Hal senada disampaikan Wakil None Jakarta Barat, Diarra Annisa Rachbini. Ia mengaku tumbuh di keluarga yang sangat memperhatikan konten yang dikonsumsi melalui media sosial. "Jadi dari kecil memang kalau belum saatnya untuk punya Instagram, untuk punya media sosial itu, Saya sangat diedukasi sama orangtua saya untuk selalu memilih konten dengan baik," kata dia.
Menurut Diarra, orang tua juga berperan penting dalam memberikan pendampingan kepada anak dalam mengakses dan memahami informasi di dunia siber.
Oleh karena itu, ia mendukung PP Tunas yang telah disahkan pemerintah sebagai upaya melindungi anak di ruang siber dari berbagai risiko, mulai dari paparan konten negatif, eksploitasi data pribadi, bahaya doom scrolling, hingga kecanduan gawai. "Saya melihat sosial media di era digital ini sangat bisa membentuk kepribadian seorang anak. Apa yang mereka konsumsi, konten yang mereka konsumsi bisa berdampak pada tindakan mereka hari sehari," kata Diarra.
Dukungan para finalis Abang None Jakarta tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak, termasuk generasi muda dan keluarga, dalam menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak.