Langgur, InfoPublik — Kekayaan budaya bahari dan keramahan masyarakat Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, memberikan pengalaman berkesan bagi wisatawan mancanegara yang menghadiri Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2026.
Salah satunya Luciana, wisatawan asal Belanda, yang mengaku terkesan dengan keindahan alam, pertunjukan seni tradisional, serta sambutan hangat masyarakat selama berkunjung ke Maluku Tenggara.
Luciana menyampaikan pengalamannya saat menyaksikan Karnaval Budaya FPMK 2026 di Langgur, Senin (19/10/2026). Ia datang bersama sejumlah temannya dari Belanda untuk menikmati suasana festival yang menampilkan kekayaan tradisi masyarakat Kei.
“Saya datang dari Belanda bersama teman-teman saya. Saya sangat senang, ya, sangat senang,” ujar Luciana.
Menurutnya, festival tersebut memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal kehidupan masyarakat Kei melalui pertunjukan musik, tarian tradisional, busana adat, dan berbagai atraksi budaya.
Selama berada di Maluku Tenggara, Luciana bersama teman-temannya menginap di kawasan Pantai Ngurbloat yang dikenal dengan hamparan pasir putihnya.
Selain menikmati suasana pantai, mereka menyaksikan berbagai penampilan seni dan tarian tradisional serta mengenal enbal, makanan khas masyarakat Kei berbahan dasar singkong.
Luciana mengaku menikmati pengalaman berinteraksi dengan masyarakat setempat dan menyaksikan kekayaan budaya yang ditampilkan dalam rangkaian festival.
“Kami tinggal di Ngurbloat dan senang melihat tarian masyarakat Maluku Tenggara. Kami sangat bahagia bisa bersama komunitas dan masyarakat Kei yang memiliki kekayaan alam berlimpah. Terima kasih banyak,” katanya.
Kehadiran wisatawan mancanegara dalam FPMK 2026 menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi wisata Kepulauan Kei kepada pengunjung internasional.
Melalui kegiatan tersebut, wisatawan tidak hanya menikmati destinasi alam, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai tradisi, kuliner, serta kehidupan sosial masyarakat setempat.
Selain itu, FPMK 2026 dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran budaya bagi generasi muda.
Kepala SMP Budhi Mulia Langgur, Engelbertus Rettob, mengatakan pihaknya mendukung penyelenggaraan festival karena memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal dan melestarikan warisan budaya masyarakat Kei.
“Pada prinsipnya, kegiatan ini sangat bagus untuk menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap budaya dan tradisi Kei. Karena itu, SMP Budhi Mulia sangat mendukung Festival Pesona Meti Kei 2026,” ujar Rettob.
Menurutnya, lebih dari 300 siswa SMP Budhi Mulia Langgur dilibatkan dalam Karnaval Budaya dengan membentuk sejumlah regu.
Para siswa mengenakan busana adat Kei dan membawa berbagai alat peraga yang menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir serta kekayaan tradisi maritim.
Penampilan mereka juga dimeriahkan drum band, miniatur perahu belang, serta peragaan alat penangkapan ikan tradisional, seperti bubu dan jaring.
Sejumlah siswa turut membawa hasil laut sebagai simbol kekayaan bahari yang menjadi bagian dari kehidupan dan mata pencaharian masyarakat Kepulauan Kei.
Rettob menjelaskan, keterlibatan para siswa bukan sekadar untuk memeriahkan festival, melainkan juga menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diharapkan memahami makna berbagai atribut budaya yang ditampilkan sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga warisan leluhur.
“Kami berharap anak-anak tidak mengikuti kegiatan ini hanya untuk euforia semata. Lebih dari itu, mereka harus mampu memaknai apa yang ditampilkan, mengenal hasil bumi, serta mencintai budaya dan tradisi Kei,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang mendukung partisipasi anak-anak dalam festival.
Menurutnya, dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak usia dini.
Melalui penyelenggaraan FPMK 2026, promosi pariwisata dan pelestarian budaya diharapkan dapat berjalan beriringan. Kehadiran wisatawan mancanegara serta keterlibatan ratusan pelajar menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan alam, seni, tradisi, dan keramahan masyarakat Kepulauan Kei kepada khalayak yang lebih luas.
(MC.Maluku Tenggara/Adolof Labetubun)