Lumajang, InfoPublik — Pemerintah Kecamatan Kedungjajang bersama tenaga kesehatan dan kader tuberkulosis (TBC) memberikan edukasi mengenai pencegahan AIDS, TBC, dan malaria kepada masyarakat Desa Umbul, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut juga memberikan pemahaman mengenai akses jaminan kesehatan melalui program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).
Sosialisasi yang berlangsung di Posyandu 6 SPM Melati, Desa Umbul, Kecamatan Kedungjajang, Senin (19/10/2026), bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat mengenali gejala penyakit menular, melakukan pencegahan, serta memperoleh pertolongan medis melalui fasilitas kesehatan.
Materi mengenai AIDS disampaikan Eka Maya Sylvia dari Puskesmas Kedungjajang, sedangkan Bidan Desa Umbul, Aniek Meriawati, memberikan penjelasan mengenai malaria dan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit tersebut.
Sementara itu, materi TBC disampaikan Disse Aria Dewi, Kader TBC Desa Wonorejo sekaligus Koordinator Kader TBC Kecamatan Kedungjajang.
Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan informasi mengenai pentingnya mengenali gejala TBC dan melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan yang mengarah pada penyakit tersebut.
Batuk berkepanjangan menjadi salah satu gejala yang perlu diwaspadai. Namun, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang sesuai.
Selain memberikan edukasi mengenai penyakit menular, kegiatan tersebut juga membahas akses jaminan kesehatan melalui program PBI JK.
Materi disampaikan staf PMD Kecamatan Kedungjajang, Ikrima Maulydiah, yang memberikan informasi mengenai kepesertaan dan pemanfaatan jaminan kesehatan bagi masyarakat.
Sosialisasi berlangsung secara interaktif. Peserta memperoleh kesempatan mengajukan pertanyaan kepada narasumber mengenai gejala penyakit, langkah pencegahan, serta akses pelayanan kesehatan.
Salah seorang kader Posyandu 6 SPM Melati, Ike Nurida (34), mengatakan kegiatan tersebut membantu masyarakat memahami pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit menular dan upaya menjaga kesehatan keluarga.
“Dengan adanya sosialisasi ATM dan BPJS PBIJK ini, masyarakat jadi lebih mengerti tentang gejala dan tanda-tanda penyakit AIDS, tuberkulosis, dan malaria. Jadi, mereka bisa lebih menjaga kebersihan diri dan keluarga sejak dini,” ujar Ike.
Menurutnya, informasi yang diperoleh melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus disampaikan kembali kepada keluarga dan masyarakat sekitar.
Keterlibatan kader kesehatan juga menjadi bagian penting dalam memperluas penyebaran informasi mengenai pencegahan penyakit dan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini.
Selain meningkatkan kewaspadaan, edukasi diharapkan membantu masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai penyakit menular sehingga dapat mengurangi kesalahpahaman dan stigma terhadap pasien.
Melalui kolaborasi pemerintah kecamatan, puskesmas, bidan desa, dan kader kesehatan, masyarakat diharapkan semakin memahami langkah pencegahan penyakit, mengenali gejala yang memerlukan pemeriksaan medis, serta memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/KIM Desa Wonorejo/An-m)