Dinskes Gorontalo Bekali Dokter Muda FK UNG
Pembekalan dokter muda Departemen IKM-IKK FK UNG. (foto Dandels)
Pembekalan dokter muda Departemen IKM-IKK FK UNG. (foto Dandels)
Kota Gorontalo, InfoPublik – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, memberikan pembekalan kepada dokter muda dari Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat – Ilmu Kedokteran Komunitas (IKM-IKK) Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG), Selasa (20/10/2026).
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo dengan materi mengenai perkembangan masalah kesehatan dan program prioritas kesehatan nasional.
Pembekalan menjadi bagian dari proses pembelajaran dokter muda sebelum menjalani tugas pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Selain memperkuat pemahaman tentang persoalan kesehatan terkini, kegiatan tersebut bertujuan memberikan gambaran mengenai tantangan kesehatan masyarakat serta langkah-langkah intervensi yang dapat dilakukan sejak masa pendidikan klinis.
Anang S. Otoluwa mengatakan, meskipun pembekalan berlangsung hanya satu hari, kegiatan tersebut penting untuk memberikan pemahaman kepada dokter muda mengenai kondisi kesehatan terkini, tantangan yang perlu diantisipasi, serta peluang intervensi yang dapat dilakukan selama menjalani pendidikan profesi.
“Jadi mereka ini mendapatkan pembekalan di Dinas Kesehatan walaupun hanya satu hari tapi tugas kami adalah memberikan informasi pada adik-adik koas Ini masalah kesehatan terutama yang terupdate kemudian apa yang mereka harus antisipasi ke depan dan apa yang mereka mulai bisa intervensi sejak saat mereka koas” kata Anang.
Ia berharap, pembekalan tersebut dapat memperluas perspektif dokter muda agar tidak hanya berfokus pada aspek klinis, seperti diagnosis dan pengobatan penyakit, tetapi juga memahami berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan masyarakat. Pemahaman tersebut dinilai penting agar dokter muda memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Harapannya mereka akan mulai aware, mulai sadar bahwa pendidikan di kedokteran itu bukan hanya urusan klinis, penyakit sampai pengobatannya, tetapi juga masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Mereka sudah harus tahu agar mereka ketika selesai nanti sudah betul-betul siap kerja di masyarakat” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Departemen IKM-IKK FK UNG, Serly Daud, menjelaskan bahwa pembelajaran pada stase IKM-IKK diselenggarakan untuk memenuhi standar kompetensi dokter Indonesia. Dalam proses tersebut, peserta memperoleh pembelajaran dari sejumlah instansi yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pelayanan dan program kesehatan, termasuk Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).
“Sebetulnya setiap gelombang masuk ke stase IKM-IKK itu ada pembelajaran yang harus mereka dapatkan sesuai dengan standar kompetensi Kedokteran Indonesia terutama di Dinas Kesehatan, di kantor BPJS serta KKP” jelas Sery.
Menurut Serly, pembelajaran di Dinas Kesehatan memberikan kesempatan kepada dokter muda untuk memahami situasi dan tantangan kesehatan di Provinsi Gorontalo. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka menjalani tugas di puskesmas, khususnya dalam aspek manajemen, perencanaan program, serta identifikasi dan tindak lanjut isu-isu strategis kesehatan.
“Untuk mengetahui seperti apa (masalah, red) kesehatan yang ada di Provinsi Gorontalo sehingga saat mereka bertugas ataupun mereka ke Puskesmas nanti mereka tahu apa yang akan dilakukan terutama terkait tentang manajemen Puskesmas, perencanaan, tentang isu-isu strategis yang ada dan mereka bisa menindaklanjuti sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan” pungkasnya.
Kegiatan diikuti oleh 20 dokter muda yang akan menjalani penugasan di 10 puskesmas di Kota Gorontalo. Melalui pembekalan tersebut, para peserta diharapkan mampu mengintegrasikan kompetensi klinis dengan pemahaman kesehatan masyarakat, sehingga dapat berkontribusi dalam penguatan manajemen dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas. (mcgorontaloprov/ilb/md)