Kutapanjang, InfoPublik - Akses masyarakat terhadap layanan kesehatan di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, akan bertambah dengan pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Seribu Bukit di Blangsere, Kecamatan Kutapanjang.
Rumah sakit swasta tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada April-Mei 2027 setelah pembangunan dan proses akreditasi selesai. Kehadirannya diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, cepat, aman, dan terjangkau.
Peletakan batu pertama pembangunan RSU Seribu Bukit dilakukan pada Senin (21/9/2026). Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Gayo Lues, Irwansyah, mengatakan pembangunan rumah sakit tersebut sejalan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.
“Kita menyadari bahwa kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Gayo Lues terus berkembang. Karena itu, pembangunan RSU Seribu Bukit diharapkan dapat menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan di daerah kita,” ujar Irwansyah.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, kata dia, menyambut baik pembangunan rumah sakit tersebut. Pemkab berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar, tertib, tepat waktu, serta memenuhi ketentuan dan standar yang berlaku agar rumah sakit dapat segera beroperasi.
“Kami berharap ke depannya rumah sakit ini tidak hanya memiliki sarana dan prasarana yang baik tetapi juga didukung oleh tenaga kesehatan yang profesional, pelayanan yang humanis, serta tata kelola yang baik,” katanya.
Direktur RSU Seribu Bukit, dr. Ardiansyah, SpP.B-ET, FINACS, mengatakan rumah sakit tersebut akan menyediakan sejumlah layanan dokter spesialis. Di antaranya spesialis bedah, penyakit dalam, kandungan, anak, dan anestesi.
Pada tahap awal, rumah sakit direncanakan memiliki kapasitas sekitar 50 tempat tidur. Kapasitas tersebut akan dikembangkan secara bertahap sesuai kebutuhan.
“Nanti kita akan mengadakan bangunan ini sekitar kurang lebih 50 bed untuk sementara, nanti pengembangan ke depan akan kita tambah lagi bed-nya,” ujar Ardiansyah.
Dari sisi penunjang medis, RSU Seribu Bukit juga akan dilengkapi fasilitas X-ray atau radiologi, rontgen, dan laboratorium.
Pengembangan fasilitas akan dilakukan secara bertahap. Salah satu fasilitas yang direncanakan untuk tersedia pada pengembangan berikutnya adalah CT scan.
“Dengan adanya penambahan nanti pengembangan daripada rumah sakit ini, kita akan menyediakan nanti suatu saat adalah CT scan supaya operasional kita berjalan dengan semaksimal mungkin,” katanya.
Pembangunan RSU Seribu Bukit ditargetkan rampung dalam waktu sekitar enam bulan. Setelah pembangunan selesai, pengelola akan menjalani proses akreditasi rumah sakit.
Ardiansyah mengatakan rumah sakit tersebut ditargetkan berstatus tipe D setelah memenuhi proses yang dipersyaratkan. Setelah terakreditasi dan memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat, rumah sakit ditargetkan mulai menerima pasien pada April-Mei 2027.
Untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, pengelola juga menargetkan kerja sama dengan BPJS Kesehatan setelah rumah sakit terakreditasi. Selain peserta JKN, rumah sakit juga akan melayani pasien umum.
“Nanti kita akan bekerja sama dengan BPJS setelah terakreditasi rumah sakit kita tipe D, setelah itu kita akan menerima BPJS. Selain itu, kita juga menerima pasien umum juga, tentunya harapan kita ini berjalan dengan lancar,” katanya.
Kehadiran RSU Seribu Bukit diharapkan menambah pilihan fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gayo Lues sekaligus mendukung penguatan layanan kesehatan di daerah tersebut.