SLEMAN, InfoPublik - Upaya menekan angka fatalitas penyakit kanker mutlak membutuhkan intervensi edukasi berkelanjutan agar masyarakat mampu mengenali faktor risiko secara mandiri.
Merespons tantangan medis tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar Sosialisasi Pencegahan Kanker bagi warga dan kader di Rumah Dinas Bupati, Selasa (20/10/2026).
Agenda ini dihadiri langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Sleman Parmilah Harda Kiswaya.
Pemkab Sleman menggandeng Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daerah Istimewa Yogyakarta, dr. Nur Rahma Rizka Putri Aulia, untuk membedah urgensi pendeteksian penyakit di tingkat akar rumput.
Jangkauan kampanye kesehatan ini didesain secara masif dengan melibatkan agen perubahan dari seluruh penjuru daerah.
Setiap kalurahan mengutus empat perwakilan kader, sementara tiap kapanewon mendelegasikan satu petugas pelopor untuk menyerap materi klinis tersebut.
Pengurus IDI DIY memaparkan, pemahaman komprehensif mengenai faktor pemicu dan gejala awal penyakit merupakan kunci utama penyelamatan nyawa pasien.
Para tenaga medis mendorong warga untuk mengadopsi pola hidup sehat secara disiplin serta segera mengambil langkah pemeriksaan klinis ke fasilitas terdekat begitu menemukan anomali pada tubuh.
Sejalan dengan arahan medis tersebut, Ketua YKI Cabang Sleman menugaskan seluruh peserta pelatihan untuk bertransformasi menjadi penyambung lidah otoritas kesehatan di wilayah masing-masing.
Para kader diwajibkan menyebarluaskan protokol mitigasi kanker ini kepada keluarga terdekat hingga ke ekosistem lingkungan tetangga.
Pelibatan masyarakat dalam rantai informasi ini membuktikan bahwa penanganan kanker bukan semata-mata menjadi beban rumah sakit, melainkan tanggung jawab solidaritas komunal.
Rantai edukasi berjenjang ini diproyeksikan mampu membentengi ketahanan kesehatan warga sekaligus menyelamatkan lebih banyak nyawa melalui intervensi sejak dini. (MC Kab. Sleman/KIM Tempel/SBD)