SLEMAN, InfoPublik - Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman menggembleng 25 peserta dalam Pelatihan Bahasa dan Sastra, Adiwicara, serta Pranatacara pada 20 hingga 21 Oktober 2026.
Agenda yang berpusat di Ruang Rapat Rukun ini dirancang khusus untuk meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum menggunakan bahasa Jawa yang sesuai dengan kaidah tata krama.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Samino, menegaskan, penguasaan sastra dan keterampilan memandu acara merupakan fondasi utama dalam membentengi identitas luhur bangsa.
Ia memproyeksikan para peserta mampu bertransformasi menjadi garda terdepan pelestari peradaban agar warisan tradisi tetap bermartabat di tengah gempuran modernisasi.
Dalam sistem komunikasi masyarakat Jawa, penerapan etika berbahasa menuntut keselarasan diksi yang disesuaikan secara presisi dengan derajat lawan bicara maupun situasi forum.
Oleh karena itu, kecakapan seorang pembawa acara tidak hanya diukur dari ketepatan artikulasi verbal, melainkan juga dari kedalaman sikap hormat dan kepekaan sosial saat memandu jalannya sebuah kegiatan adat maupun resmi.
Ketua DPD Paguyuban Panatacara Yogyakarta Kabupaten Sleman, Agus Wiranto, memposisikan pemandu acara sebagai penjaga estetika kebahasaan di masyarakat, bukan sekadar penyambung lidah protokoler.
Pihaknya menargetkan kelahiran generasi insan pelestari tradisi yang tidak hanya mahir merangkai kata secara lisan, tetapi juga memiliki integritas karakter yang tangguh.
Untuk memaksimalkan transfer keahlian lisan tersebut, program intensif ini turut menghadirkan pakar bahasa Haryanto dan Yuana Agus Dirgantara untuk membedah teknik penyusunan tuturan serta seni berpidato di hadapan publik.
Pembekalan komprehensif ini diproyeksikan sanggup mencetak barisan pembawa acara andal yang mampu mengemas komunikasi masyarakat desa secara efektif, runtut, dan elegan. (MC Kab. Sleman/KIM Tempel/SBD)