Jakarta, InfoPublik - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menegaskan, pemerintah mendorong paradigma baru melalui semangat ‘Bansos Sementara, Berdaya Selamanya’, yakni memastikan penerima bantuan sosial mendapatkan peningkatan kapasitas agar mampu naik kelas menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Perintis Berdaya Connect (PBC) di Bandung Creative Hub, Bandung, Jawa Barat pada Selasa (20/10/2026).
"Dua tahun penguatan pemberdayaan masyarakat diarahkan untuk mengubah pendekatan penanggulangan kemiskinan, dari yang semula berfokus pada pemberian bantuan menjadi upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat,” ujar Menko Muhaimin seperti yang dikutip InfoPublik Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, bantuan sosial tetap dibutuhkan untuk melindungi masyarakat yang rentan. Namun, dukungan tersebut perlu diiringi dengan pemberdayaan yang berkelanjutan agar masyarakat memiliki kemampuan, kesempatan, dan akses untuk meningkatkan taraf hidupnya.
Dengan pendekatan ini, pemerintah ingin mendorong semakin banyak penerima bantuan sosial bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang produktif. Seiring meningkatnya kemandirian masyarakat, ketergantungan terhadap bantuan sosial diharapkan berkurang sehingga lebih banyak keluarga mampu memenuhi kebutuhan hidupnya melalui usaha dan penghasilan sendiri.
Menko Muhaimin menambahkan, pemberdayaan tidak cukup hanya dilakukan dengan memberikan pelatihan. Pemerintah perlu memperkuat seluruh proses pengembangan usaha, mulai dari perbaikan kualitas produk, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.
“Yang kedua, pemberdayaan ini tadi seperti yang saya sampaikan, memperbaiki hulunya, produk awalnya, sampai capacity building-nya, sampai pasar tingkat globalnya,” jelasnya.
Dalam dua tahun terakhir, upaya tersebut juga diarahkan pada perbaikan regulasi dan penyempurnaan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Langkah ini diperlukan agar dukungan bagi masyarakat dan pelaku usaha semakin terhubung, mulai dari peningkatan keterampilan hingga pengembangan produk dan perluasan pemasaran.
Menko Muhaimin menyampaikan bahwa kolaborasi yang terus diperkuat turut mendukung keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tetap bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan usaha.
“Dua tahun ini telah berhasil mulai memperbaiki regulasi, memperbaiki dan menyempurnakan kolaborasi. Alhamdulillah sekarang tumbuh dan mempertahankan UMKM supaya tetap eksis,” ungkapnya.
Kemenko PM mendorong agar pemberdayaan semakin terintegrasi, sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh bantuan atau pelatihan, tetapi juga memiliki akses terhadap pendampingan, pembiayaan, pengembangan produk, dan pasar.
Dengan demikian, pemberdayaan dapat menjadi jalan bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan, memperkuat usaha, dan membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.