Sanur, InfoPublik — Bali Tech Week 2026 menjadi momentum konsolidasi ekosistem teknologi dan ekonomi digital Indonesia dengan mempertemukan lebih dari 4.000 peserta, termasuk lebih dari 1.000 delegasi internasional dari sedikitnya 32 negara. Ajang ini diharapkan menghasilkan kemitraan bisnis, investasi, serta kolaborasi teknologi yang manfaatnya menjangkau berbagai daerah di Indonesia.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan Bali Tech Week dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi pelaku industri, perusahaan rintisan (startup), akademisi, pembuat kebijakan, dan komunitas teknologi dari dalam maupun luar negeri.
"Bali Tech Week tidak hanya menjadi ajang pertemuan pelaku industri teknologi," ujar Edwin saat memberikan sambutan pada Bali Tech Week 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Kota Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, Bali memiliki potensi besar menjadi pusat pertemuan ekosistem teknologi internasional. Selama ini, sekitar 50 hingga 60 kegiatan teknologi dan ekonomi digital diselenggarakan secara terpisah di Pulau Dewata setiap tahun.
Melalui Bali Tech Week, berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat dikonsolidasikan menjadi agenda berskala lebih besar dengan cakupan industri, peserta, dan peluang kerja sama yang lebih luas. "Ke depan, berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat diintegrasikan dalam satu penyelenggaraan yang lebih besar dan komprehensif sehingga mampu memberikan manfaat lebih luas bagi peserta, penyelenggara, dan pelaku industri," kata Edwin Hidayat Abdullah.
Bali Tech Week 2026 menghadirkan lebih dari 200 pembicara dan moderator untuk membahas berbagai perkembangan industri teknologi, peluang bisnis, inovasi digital, serta tantangan pengembangan ekosistem ekonomi digital.
Forum ini juga memfasilitasi pertemuan bisnis, penjajakan kemitraan (business matchmaking), pertukaran pengetahuan, dan dialog kebijakan antara pemerintah dan pelaku industri.
Edwin Hidayat Abdullah menilai keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi digital. Kolaborasi lintas sektor memungkinkan perusahaan teknologi, investor, akademisi, dan pemerintah mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta dunia usaha.
Selain memperluas jejaring profesional, penyelenggaraan Bali Tech Week diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan pengembangan bisnis dan inovasi teknologi di kawasan regional maupun global.
Ajang tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan potensi pasar digital Indonesia, kualitas sumber daya manusia, dan kemampuan inovasi nasional kepada komunitas teknologi internasional.
Dorong Pemerataan Ekonomi Digital ke Daerah
Di tengah perkembangan industri teknologi, Edwin mengingatkan pentingnya memastikan manfaat transformasi digital tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.
Sebagai negara kepulauan dengan karakteristik geografis yang beragam, Indonesia menghadapi tantangan pemerataan akses teknologi, pengembangan talenta digital, dan kesempatan ekonomi antardaerah.
Karena itu, kolaborasi yang terbentuk melalui Bali Tech Week diharapkan membuka akses lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah untuk memanfaatkan perkembangan teknologi. "Penyelenggaraan Bali Tech Week menghasilkan dampak yang melampaui lokasi kegiatan, termasuk membuka akses kolaborasi, teknologi, dan peluang ekonomi bagi daerah lain di Indonesia," imbuh Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi.
Edwin juga menegaskan pentingnya dukungan kebijakan pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan kompetitif.
Melalui dialog antara regulator dan industri, berbagai aspirasi serta tantangan pengembangan teknologi dapat dihimpun sebagai masukan dalam penyusunan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Menurutnya, keberhasilan forum teknologi internasional tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya jumlah peserta atau banyaknya kegiatan, melainkan juga manfaat ekonomi yang dapat diwujudkan setelah penyelenggaraan berakhir. "Keberhasilan Bali Tech Week tidak cukup diukur dari jumlah peserta, pembicara, atau banyaknya agenda yang terlaksana, tetapi juga dari kolaborasi dan manfaat berkelanjutan yang dihasilkan," tutur Dirjen Ekosistem Digital.
Kemkomdigi berharap pertemuan yang berlangsung selama Bali Tech Week 2026 dapat ditindaklanjuti menjadi proyek inovasi, investasi, kemitraan strategis, serta peluang bisnis yang memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah turut mengapresiasi para mitra pendiri, mitra strategis, penyelenggara, dan seluruh pihak yang mendukung Bali Tech Week 2026 sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem teknologi nasional yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing global.