Jakarta, InfoPublik - Bayangkan rak-rak warung di perdesaan terpencil kini dipenuhi produk kecap, sambal, hingga sabun buatan wirausahawan muda lokal. Visi kemandirian pangan dan produksi ini bukan sekadar angan, melainkan cetak biru nyata yang tengah digarap pemerintah bersama kekuatan sipil masyarakat.
Kementerian Koperasi saat ini tengah merampungkan infrastruktur Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diproyeksikan menjadi tulang punggung baru ekonomi kerakyatan tingkat bawah.
Untuk memastikan seluruh gerai tersebut tidak kekurangan stok barang dagangan, pemerintah merancang sebuah ekosistem rantai pasok terpadu.
Strateginya adalah meleburkan akses fasilitas negara dengan jejaring milik Muhammadiyah dan Syarikat Islam (SI).
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menjabarkan, perpaduan kekuatan ini akan menggeser pendulum sistem ekonomi nasional dari praktik kapitalistik menuju ekonomi konstitusi yang berkeadilan.
Para pemuda dan pelaku usaha dari kedua organisasi keagamaan tersebut dipacu untuk memproduksi kebutuhan harian massal.
Mereka akan dikonsolidasikan ke dalam satu wadah penyangga berskala besar yang bertugas menyerap sekaligus mendistribusikan produk tersebut langsung ke etalase KDKMP di seluruh penjuru negeri.
Langkah memadukan koperasi dan dakwah ekonomi ini selaras dengan prioritas Asta Cita dalam membangun kemandirian ekonomi dari akar rumput.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang turut hadir dalam Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 SI di Surabaya, Minggu (18/10/2026), meyakini, KDKMP adalah instrumen paling efektif untuk memastikan perputaran uang tetap berada di tangan warga desa.
"Inilah bukti nyata perjuangan mewujudkan kemerdekaan sejati. Kekayaan bangsa kembali ke rakyat, petani dan nelayan tidak lagi miskin, dan kedaulatan pangan benar-benar tercapai," tegas Menko Zulkifli menyoroti peran strategis koperasi.
Penyatuan kekuatan ini sesungguhnya mengadopsi rekam jejak panjang kemandirian umat. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mencontohkan bagaimana spirit keagamaan mampu melahirkan 165 perguruan tinggi dan ribuan jejaring amal usaha mandiri.
Etos kewirausahaan yang diwariskan para pendiri bangsa ini kini diinkubasi kembali oleh Kementerian Koperasi.
Sebagai langkah pembuka, kerja sama operasional telah diteken untuk mendirikan sistem koperasi di 700 titik masjid percontohan Muhammadiyah.
Proyek ini menjadi laboratorium sebelum skema rantai pasok KDKMP bergulir penuh, mengubah wajah dakwah dari sekadar seruan di atas mimbar menjadi aksi nyata pembebasan ekonomi warga miskin. (Humas Kemenkop)