Sanur, InfoPublik — Kecepatan perkembangan teknologi menuntut pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat mengambil keputusan yang tepat dalam menentukan arah transformasi digital Indonesia. Keputusan yang diambil saat ini akan memengaruhi masa depan generasi muda, kemampuan dunia usaha bersaing, serta pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya, mengatakan perkembangan teknologi yang semakin pesat membawa tantangan dalam menentukan arah pembangunan dan kesiapan Indonesia menghadapi perubahan global.
"Teknologi berkembang sangat cepat, bahkan lebih cepat dari sebelumnya. Apa pun keputusan yang kita buat, termasuk keputusan yang dibuat pemerintah, akan menentukan bagaimana anak-anak kita menjalani kehidupan, bagaimana dunia usaha kita bersaing, dan bagaimana perekonomian kita bertumbuh," ujar Fifi saat menjadi moderator pada diskusi panel dalam rangkaian Bali Tech Week 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diikuti kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan yang mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat dan perekonomian.
Fifi menekankan bahwa masa depan digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kepercayaan, peluang, dan kepemimpinan dalam mengarahkan pemanfaatannya.
"Saya kira kita semua percaya bahwa teknologi, atau masa depan digital, tidak hanya bergantung pada teknologi itu sendiri, tetapi juga pada kepercayaan, peluang, dan kepemimpinan," katanya.
Ketiga faktor tersebut menjadi perhatian penting dalam menghadapi perubahan teknologi yang dapat memengaruhi kehidupan generasi mendatang, perkembangan dunia usaha, dan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pernyataan Fifi Aleyda Yahya menegaskan pentingnya peran pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam menentukan arah transformasi digital agar perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.