Jakarta, InfoPublik – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperkuat komunikasi publik melalui pendekatan budaya sebagai bagian dari upaya membangun Generasi Emas Indonesia 2045. Strategi tersebut diwujudkan melalui Diseminasi Informasi Pertunjukan Rakyat Wayang Golek Santri bertema "Membangun Generasi Emas Indonesia: Tubuh Sehat, Tangguh Berkarya, dan Aman di Era Digital" di Kota Salatiga, Jawa Tengah.
Kegiatan ini mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pelindungan anak di ruang digital melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), sekaligus memanfaatkan seni budaya sebagai media penyampaian pesan pembangunan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Direktur Komunikasi Publik Kemkomdigi, Nunik Purwanti, mengatakan pembangunan Generasi Emas Indonesia harus dimulai dari penguatan kualitas sumber daya manusia sejak dini melalui pemenuhan gizi, pendidikan karakter, dan pelindungan anak di ruang digital. "Membangun Indonesia Emas bukan dimulai pada tahun 2045, tetapi dimulai dari hari ini, dari rumah kita, dari keluarga kita, dan dari bagaimana kita menjaga tumbuh kembang anak-anak kita," ujar Nunik Purwanti dalam keterangannya dari kegiatan di Salatiga, Selasa (14/7/2026).
Menurut Nunik, Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing. "Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar membagikan makanan. Program ini adalah investasi negara untuk masa depan. Anak yang memperoleh gizi yang baik akan tumbuh lebih sehat, lebih kuat, lebih mudah berkonsentrasi saat belajar, dan memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang menjadi sumber daya manusia yang unggul," katanya.
Ia menambahkan, pembangunan generasi muda juga harus diimbangi dengan pelindungan di ruang digital melalui implementasi PP Tunas. "Anak-anak kita tidak hanya membutuhkan makanan yang bergizi, tetapi juga lingkungan digital yang aman agar dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat secara fisik, cerdas dalam berpikir, dan kuat dalam karakter," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Salatiga yang diwakili Christianto Adi Kurniawan Mardianto menegaskan keberhasilan mewujudkan Generasi Emas Indonesia memerlukan sinergi seluruh elemen bangsa. "Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Membangun Generasi Emas adalah pekerjaan bersama. Sinergi inilah yang menjadi kekuatan utama Indonesia," tegasnya.
Pertunjukan Wayang Golek Santri dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai media komunikasi publik berbasis budaya untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan secara lebih dekat dan mudah dipahami masyarakat. Selain pertunjukan wayang, peserta mengikuti dialog interaktif bersama narasumber dari Komdigi, Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Melalui pendekatan budaya tersebut, Komdigi berharap pesan mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pelindungan anak di ruang digital, dan penguatan karakter dapat diterima lebih efektif serta mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.