Langgur, InfoPublik — Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menginstruksikan setiap sekolah menyediakan sedikitnya satu meja tenis meja berkualitas dan layak digunakan. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperluas akses olahraga bagi pelajar sekaligus menjaring bibit atlet berprestasi sejak usia dini.
Instruksi tersebut disampaikan Thaher saat membuka kegiatan Go to School dan Turnamen Bupati Cup Tenis Meja 2026 di Gedung Serbaguna (GSG) Larvul Ngabal, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, pada Rabu (21/10/2026).
“Ibu Kadis Pendidikan harus merencanakan. SD, SMP, SMA minimal satu meja. Mejanya harus yang bagus dan layak, jangan yang murah lalu jelek,” tegas Thaher.
Menurutnya, ketersediaan fasilitas olahraga yang memadai menjadi salah satu kebutuhan dalam membangun pembinaan atlet secara berjenjang, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Melalui program Go to School, para pelajar diharapkan memperoleh kesempatan berlatih secara rutin, mengembangkan kemampuan, dan mengikuti kompetisi untuk mengukur prestasi.
“Go to School, mulai dari yang paling bawah. Pembinaan prestasi dari SD, SMP sampai SMA. Mudah-mudahan suatu saat Maluku punya wakil dari Maluku Tenggara dan Kota Tual,” ujarnya.
Thaher juga menekankan pentingnya seleksi atlet yang objektif dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia mengingatkan agar penentuan atlet yang mewakili daerah tidak didasarkan pada hubungan keluarga atau kedekatan pribadi, melainkan kemampuan dan hasil pertandingan.
“Selama ini ada yang kurang bagus. Menentukan pemain berdasarkan kedekatan keluarga. Olahraga itu fair play. Siapa yang juara di Malra, dia yang berhak mewakili provinsi,” tegasnya.
Selain pembinaan di lingkungan sekolah, Bupati menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara untuk menyediakan meja tenis meja di masing-masing instansi.
Ia juga berencana menyelenggarakan kejuaraan tenis meja antardinas dengan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta instansi vertikal.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas partisipasi aparatur pemerintah dalam berolahraga sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap tenis meja.
Sementara itu, Turnamen Bupati Cup Tenis Meja 2026 disebut menjadi penyelenggaraan perdana turnamen tersebut di Provinsi Maluku. Kompetisi ini menjadi salah satu sarana bagi atlet lokal untuk mengembangkan kemampuan dan memperoleh pengalaman bertanding.
Melalui pengadaan fasilitas olahraga di sekolah, pembinaan berjenjang, dan penyelenggaraan kompetisi, Pemkab Maluku Tenggara berupaya memperkuat pengembangan tenis meja di daerah.
Program tersebut diharapkan dapat melahirkan atlet berprestasi yang mampu mewakili Maluku Tenggara dalam kejuaraan tingkat provinsi hingga nasional.
(MC.Maluku Tenggara/Adolof Labetubun)