Bojonegoro, InfoPublik — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengganti agenda Bojonegoro Night Carnival (BNC) dengan Bojonegoro Bahagia Car Free Night dan Pagelaran Sandur pada Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur (Jatim), akan melibatkan lebih dari 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menyediakan sekitar 5.100 kupon makanan gratis bagi masyarakat.
Perubahan agenda tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi bencana kebakaran di sejumlah wilayah Indonesia serta kekeringan yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, mengatakan pemerintah daerah tetap berupaya menyediakan hiburan bagi masyarakat dengan konsep yang mengutamakan kepedulian sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian budaya lokal.
“Kita tetap menyelenggarakan hiburan bagi masyarakat,” ujar Elzadeba, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan Bojonegoro Bahagia Car Free Night dan Pagelaran Sandur melibatkan kerja sama Disbudpar dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik negara (BUMN), dan badan usaha milik daerah (BUMD).
Melalui kolaborasi tersebut, produk makanan dan jajanan dari pelaku UMKM akan dibeli dengan dukungan berbagai pihak, kemudian dibagikan kepada masyarakat yang memiliki kupon.
Panitia menyiapkan sekitar 5.100 kupon yang akan mulai dibagikan pada pukul 18.00 WIB di pintu masuk Alun-Alun Bojonegoro, tepatnya di depan kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil).
Jumlah kupon tersebut masih berpeluang bertambah apabila terdapat dukungan tambahan dari kalangan pengusaha di Bojonegoro. Warga yang datang bersama keluarga dapat memperoleh kupon sesuai jumlah anggota keluarga yang hadir.
“Selain menikmati makanan khas Bojonegoro secara gratis dari UMKM yang akan berjualan di area dalam alun-alun dengan kupon, masyarakat juga tetap dapat membeli makanan dan jajanan lain yang dijajakan di jalan sekitar Alun-Alun Bojonegoro,” jelasnya.
Selain menggerakkan aktivitas ekonomi pelaku UMKM, kegiatan tersebut juga menghadirkan pagelaran Sandur, kesenian tradisional khas Bojonegoro yang menjadi bagian dari warisan budaya daerah.
Elzadeba menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan akan dimulai sejak pagi hari melalui lomba tetembangan Sandur dan lomba mewarnai bertema Sandur.
“Rangkaian kegiatan akan dimulai pada Sabtu pagi dengan lomba tetembangan Sandur dan lomba mewarnai bertema Sandur. Pertunjukan dijadwalkan berlangsung pada pukul 09.00 WIB, pukul 15.00 WIB, serta malam hari setelah salat Isya,” ungkapnya.
Pagelaran tersebut diharapkan dapat memperkenalkan kesenian Sandur kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda, sekaligus memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk mempertahankan tradisi daerah.
Untuk menambah kemeriahan, Bojonegoro Bahagia Car Free Night juga akan menghadirkan penampilan grup musik lokal yang memberikan kesempatan bagi anak-anak muda untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka.
Elzadeba berharap kegiatan tersebut dapat menjadi hiburan keluarga sekaligus membantu pelaku UMKM memperluas pemasaran produknya melalui kehadiran masyarakat di kawasan alun-alun.
Ia pun mengajak warga Bojonegoro memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikmati pertunjukan budaya, mencicipi kuliner lokal, dan mendukung produk usaha masyarakat.
“Mari masyarakat Bojonegoro, kita ramaikan Sandur di Alun-Alun Bojonegoro. Ada hiburan, ada makanan gratis bagi yang memiliki kupon, dan masyarakat juga tetap bisa berbelanja di stan UMKM. Mari bersama-sama meramaikan Bojonegoro agar semakin Bahagia, Makmur, dan Membanggakan,” pungkasnya.
[ai/nn]