Langgur, InfoPublik — Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan sehingga menggerakkan perekonomian masyarakat. Dengan cara promosi wisata bahari, atraksi budaya, dan pengembangan usaha lokal.
Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, mengatakan festival tersebut bukan sekadar agenda pariwisata tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Kepulauan Kei kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Melalui festival ini, kita memperkenalkan keindahan alam dan budaya Kei yang memesona, mulai dari pasir putih yang mendunia, laut yang jernih dengan kekayaan baharinya, hingga keramahan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal,” ujar Hanubun dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahanntoknam, pada pembukaan FPMK 2026 di Taman Landmark Kota Langgur, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, daya tarik Kepulauan Kei tidak hanya terletak pada panorama alam, tetapi juga pada tradisi masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan persaudaraan.
Sejumlah atraksi budaya, seperti Fan Kurkurat dan Wer Warat, menjadi bagian dari rangkaian festival yang memperkenalkan identitas masyarakat Kei. Sementara itu, Pantai Ngurbloat yang terkenal dengan hamparan pasir putihnya dijadwalkan menjadi lokasi puncak FPMK 2026 pada 24 Oktober mendatang.
Hanubun mengajak masyarakat memanfaatkan setiap kegiatan festival untuk memperluas promosi pariwisata Maluku Tenggara.
“Setiap langkah, setiap karya, dan setiap senyum yang kita tampilkan hari ini merupakan bagian dari promosi untuk memperkenalkan wajah Maluku Tenggara kepada dunia,” katanya.
Karnaval Budaya Perkuat Persaudaraan Masyarakat Kei
Selain menjadi atraksi wisata, karnaval budaya dalam rangkaian FPMK 2026 diharapkan memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian tradisi daerah.
Hanubun menilai semangat kekeluargaan dan persaudaraan merupakan kekuatan masyarakat Kei yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.
“Kita ingin para tamu yang hadir melihat dan merasakan bahwa Kei kaya akan budaya, serta masyarakatnya mampu menjaga dan melestarikan warisan leluhur dengan penuh kecintaan dan kebanggaan,” ujarnya.
Melalui karnaval tersebut, masyarakat mendapat kesempatan menampilkan keberagaman budaya sekaligus memperkenalkan nilai-nilai Ain ni Ain yang menjadi landasan persaudaraan orang Kei.
Kabut Asap Ganggu Transportasi, Wisatawan Tetap Berdatangan
Di tengah pelaksanaan festival, kabut asap yang melanda wilayah Maluku Tenggara dalam beberapa hari terakhir turut menjadi perhatian pemerintah daerah.
Hanubun mengungkapkan kondisi tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat dan kelancaran transportasi. Meski demikian, sejumlah pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara, tetap berupaya datang untuk mengikuti rangkaian FPMK 2026.
Ia meminta masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.
“Sambutlah mereka dengan hangat dan layanilah dengan tulus. Berikan pengalaman yang berkesan agar mereka pulang membawa cerita indah tentang Kei dan kelak kembali bersama keluarga maupun sahabat,” pesannya.
Menurutnya, keramahan masyarakat dan kualitas pelayanan menjadi faktor penting dalam membangun citra positif destinasi wisata. Pengalaman pengunjung juga diharapkan dapat memperluas promosi Kepulauan Kei melalui media sosial maupun rekomendasi kepada wisatawan lainnya.
Puncak Festival Digelar di Pantai Ngurbloat
FPMK 2026 dijadwalkan mencapai puncaknya pada Sabtu (24/10/2026) di Pantai Ngurbloat, salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Maluku Tenggara.
Hanubun berharap rangkaian festival membuka peluang usaha bagi pelaku industri kreatif, pengrajin, pedagang, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor pariwisata.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, kesehatan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung selama festival berlangsung.
“Marilah kita tunjukkan kepada para tamu bahwa Maluku Tenggara adalah daerah yang ramah, bersih, aman, dan berbudaya. Dengan kebersamaan dan semangat persaudaraan yang menjadi jati diri kita, mari kita wujudkan Festival Pesona Meti Kei 2026 yang sukses, berkesan bagi setiap pengunjung, dan membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap penyelenggaraan FPMK 2026 dapat memperluas pasar wisata Kepulauan Kei, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat pelestarian budaya dan lingkungan sebagai modal pembangunan pariwisata berkelanjutan.
(MC.Maluku Tenggara/Adolof Labetubun)