Pramuka Muara Enim Tembus Jambore Dunia, Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Muda
Muara Enim, InfoPublik – Prestasi anggota Gerakan Pramuka Muara Enim yang menembus Jambore Dunia di Polandia menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan generasi muda di daerah mampu melahirkan talenta yang bersaing hingga tingkat internasional.
Capaian tersebut disampaikan dalam Apel Besar Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 Kabupaten Muara Enim yang diikuti sekitar 3.000 peserta, Senin (7/9/2026). Kegiatan itu tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga momentum memperkuat peran Pramuka dalam pendidikan karakter sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah menghadapi persoalan lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Plt. Bupati Muara Enim Sumarni mengatakan, capaian anggota Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Muara Enim di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional menunjukkan kemampuan generasi muda daerah untuk berprestasi dan bersaing di tingkat global.
Menurut dia, prestasi tersebut perlu diikuti dengan pembinaan yang berkelanjutan agar Pramuka tidak hanya menghasilkan prestasi kompetitif, tetapi juga membentuk generasi muda yang terampil, tangguh, kreatif, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat. “Pemerintah Kabupaten Muara Enim berkomitmen penuh mendukung kegiatan kepramukaan guna mencetak generasi muda yang terampil, tangguh dan kreatif,” ujar Sumarni.
Selain pendidikan karakter, Sumarni menekankan pentingnya keterlibatan Pramuka dalam membantu pemerintah menyosialisasikan pencegahan karhutla. Pesan tersebut relevan dengan kondisi sejumlah kecamatan di Kabupaten Muara Enim yang masih menghadapi kejadian karhutla. Anggota Pramuka dinilai memiliki jaringan hingga satuan pendidikan dan komunitas sehingga dapat menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat, terutama mengenai bahaya serta larangan membakar hutan dan lahan.
“Pramuka memiliki peran penting untuk ikut menyosialisasikan larangan membakar lahan dan hutan sebagai bagian dari mitigasi bencana karhutla,” kata Sumarni.
Keterlibatan tersebut sekaligus memperluas makna pengabdian dalam Gerakan Pramuka. Nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Darma tidak berhenti pada kegiatan di lingkungan pendidikan, tetapi dapat diterapkan dalam persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Muara Enim Yudhistira Dwi Putra menyampaikan, keberhasilan anggota Pramuka Muara Enim menembus Jambore Dunia di Polandia merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Selain capaian tersebut, Pramuka Muara Enim juga meraih predikat Tapak Tenda Terbaik dan prestasi Putri pada Jambore Nasional (Jamnas) XII. Capaian itu menjadi indikator bahwa pembinaan di tingkat daerah mampu menghasilkan anggota Pramuka yang kompetitif dalam berbagai ajang.
Yudhistira menyebut Apel Besar Hari Pramuka tahun ini juga mencatat sejarah baru dengan keterlibatan sekitar 3.000 peserta. Jumlah tersebut mencerminkan besarnya potensi sekaligus dukungan terhadap kegiatan kepramukaan di Muara Enim. “Kami terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam memperkuat pendidikan karakter dan kegiatan kepramukaan di seluruh satuan pendidikan,” ujarnya.
Apel Besar tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim Deddy Arianto Sutopo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Yulius beserta jajaran, serta pembina, pelatih, dan anggota Gerakan Pramuka.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Muara Enim pun menjadi pengingat bahwa kekuatan Gerakan Pramuka bukan semata pada kegiatan seremonial atau perlombaan, melainkan pada proses panjang membentuk generasi yang berkarakter, mandiri, mampu bekerja sama, dan siap mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
[diskominfosp-me]
© Copyright 2026, All Rights Reserved