Bangkalan, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mendorong Duta Wisata Kacong Jhebbhing menjadi ujung tombak promosi daerah, mulai dari destinasi wisata, produk unggulan, peluang investasi hingga kekayaan budaya Madura. Para duta wisata diharapkan tidak hanya tampil dalam acara seremonial, tetapi juga aktif memperkenalkan potensi Bangkalan kepada masyarakat luas.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyampaikan hal tersebut dalam Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kacong Jhebbhing Bangkalan 2026 di Gedung Serbaguna Rato Ebuh, Rabu malam (21/10/2026).
Menurut Lukman, pemilihan Kacong Jhebbhing bukan sekadar kompetisi untuk menentukan figur duta wisata. Ajang ini juga menjadi sarana membentuk generasi muda yang memiliki wawasan, kepribadian, dan kemampuan komunikasi untuk merepresentasikan daerah.
“Duta wisata harus mampu memperkenalkan dinamika kehidupan masyarakat Madura dari berbagai aspek, termasuk produk unggulan daerah, destinasi wisata, potensi investasi, serta kekayaan budaya yang dimiliki,” demikian pesan Lukman dalam sambutannya.
Pemilihan tahun ini mengusung tema “Rampa' Naong Bringin Korong”. Tema tersebut diharapkan sejalan dengan pengembangan pariwisata Bangkalan, khususnya di kawasan pesisir utara, sekaligus mendorong agar pertumbuhan destinasi wisata memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
Bangkalan memiliki potensi yang dapat dipromosikan melalui pendekatan pariwisata, budaya, dan ekonomi lokal. Karena itu, peran duta wisata diharapkan melampaui pengenalan objek wisata, dengan turut mengangkat produk unggulan masyarakat dan peluang pengembangan usaha di daerah.
Lukman menjelaskan, para peserta mengikuti sejumlah tahapan seleksi, mulai dari pembekalan, eliminasi hingga grand final. Proses tersebut dirancang untuk memperluas wawasan dan membentuk karakter peserta sebelum menjalankan tugas sebagai representasi Kabupaten Bangkalan.
Pemenang yang terpilih akan dinobatkan sebagai Duta Wisata Kabupaten Bangkalan 2026. Mereka diharapkan mampu menyampaikan informasi mengenai potensi daerah secara menarik dan tepat, sekaligus memperkenalkan budaya Madura kepada khalayak yang lebih luas.
Untuk memperkuat peran Kacong Jhebbhing, Lukman meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan melibatkan duta wisata dalam berbagai kegiatan dan agenda resmi pemerintah. “Saya imbau kepada seluruh kepala OPD di Kabupaten Bangkalan untuk selalu melibatkan Duta Wisata Kacong Jhebbhing dalam setiap kegiatan atau event,” tegasnya.
Pelibatan tersebut diharapkan membuka lebih banyak ruang bagi para duta wisata untuk mempromosikan identitas daerah, baik melalui kegiatan pemerintahan, agenda pariwisata maupun berbagai aktivitas promosi lainnya.
Dengan dukungan lintas perangkat daerah, promosi Bangkalan diharapkan lebih konsisten dan menjangkau beragam kalangan. Peran generasi muda juga dapat diperkuat untuk mengenalkan kekayaan budaya Madura, destinasi wisata, produk lokal, serta peluang investasi kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Lukman turut menyampaikan apresiasi kepada sponsor dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Pemilihan Duta Wisata Kacong Jhebbhing Bangkalan 2026. Ke depan, keberhasilan ajang ini diharapkan tidak hanya diukur dari terpilihnya para pemenang, tetapi juga dari kontribusi nyata mereka dalam memperluas promosi daerah dan mendorong potensi pariwisata Bangkalan agar semakin dikenal serta memberi manfaat bagi masyarakat.