Bireuen, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen mengalokasikan beasiswa senilai Rp481 juta bagi 196 santri penghafal Al-Qur’an. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dayah atau pesantren.
Penyerahan beasiswa secara simbolis berlangsung dalam upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di halaman Pendopo Bupati Bireuen, Kamis (22/10/2026) pagi.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen, Anwar, mengatakan beasiswa tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan kemampuan keilmuan dan keagamaan para santri.
“Pemerintah Kabupaten Bireuen berkomitmen penuh untuk mendorong peningkatan SDM para santri. Beasiswa ini disalurkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar para santri terus bersemangat mendalami dan menghafal Al-Qur’an,” ujar Anwar.
Ia menjelaskan, sebanyak 196 santri menerima beasiswa berdasarkan tujuh kategori hafalan Al-Qur’an. Besaran bantuan yang diterima berbeda sesuai dengan kategori masing-masing.
Berikut rincian penerima beasiswa hafiz Al-Qur’an di Kabupaten Bireuen 2026:
- Hafalan 1 juz (Juz Amma): 92 santri menerima Rp1,5 juta per orang, dengan total Rp138 juta.
- Hafalan 1 juz (Alif Lam Mim): 20 santri menerima Rp1,7 juta per orang, dengan total Rp34 juta.
- Hafalan 3 juz: 36 santri menerima Rp2,5 juta per orang, dengan total Rp90 juta.
- Hafalan 5 juz: 24 santri menerima Rp3,5 juta per orang, dengan total Rp84 juta.
- Hafalan 10 juz: 15 santri menerima Rp4 juta per orang, dengan total Rp60 juta.
- Hafalan 20 juz: 5 santri menerima Rp7 juta per orang, dengan total Rp35 juta.
- Hafalan 30 juz: 4 santri menerima Rp10 juta per orang, dengan total Rp40 juta.
Penyerahan beasiswa secara simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati Bireuen, Razuardi, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kepada tujuh santri yang mewakili masing-masing kategori hafalan.
Melalui program beasiswa tersebut, Pemkab Bireuen berharap para santri terus meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an, memperkuat pemahaman agama, serta menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah daerah juga berharap dukungan terhadap pendidikan dayah dapat melahirkan generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.(Mc.Bireuen/Eyv)