Surabaya, InfoPublik — Konten kreator Hari Obbie mengajak mahasiswa untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta memahami literasi digital sebagai fondasi utama dalam memproduksi konten positif. Pesan tersebut ia sampaikan pada kegiatan Indonesia.go.id Goes To Campus bertema "Your Story, Our Nation" di Universitas Dr. Soetomo Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/11/2025).
Hari Obbie yang aktif memproduksi konten edukatif dan motivasi melalui platform “Kamu Juga Bisa”, memulai sesi dengan menyoroti kebiasaan masyarakat Indonesia yang sangat intens menggunakan internet. Berdasarkan data HotSuite, kata Hari, rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan tujuh jam per hari untuk internet dan 4 jam di ponsel. “Setiap hari kalian menghabiskan empat jam cuma buat scrolling. Sadar nggak? Dari bangun tidur sampai mau tidur lagi, HP jadi sumber informasi utama,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya konsumsi informasi membuat masyarakat rentan tersesat dalam misinformasi dan impulsif membagikan konten tanpa verifikasi. Karena itu, ia menekankan pentingnya mengakses sumber resmi, termasuk platform Indonesia.go.id dan kanal media sosial pemerintah. “Orang Indonesia itu kepo. Tapi kepo itu harus diimbangi dengan literasi,” kata Hari.
Ia juga menyoroti perilaku digital yang berisiko seperti oversharing, menyebarkan hoaks, hingga cyberbullying. “Jangan sampai kalian bikin meme atau edit foto teman pakai AI tanpa izin. Itu bisa berujung konsekuensi hukum,” tegasnya.
Peluang Kreator Konten dan Pentingnya Memahami Algoritma
Hari menyebut bahwa era digital memberikan peluang luas bagi anak muda untuk berkreasi dan menjadi kreator baru. Ia mencontohkan bagaimana algoritma TikTok dan Instagram bekerja berdasarkan minat dan kebiasaan pengguna. “Kalau kalian suka hal positif, tampilnya positif. Kalau konsumsi toxic, yang muncul juga toxic,” ujarnya.
Kesempatan sebagai kreator juga bisa meluas pada peluang kerja sama seperti endorsement hingga paid promotion. “Cuma karena iseng bikin konten, tiba-tiba dapat job. Itu nyata. Tapi syaratnya satu: jangan berhenti eksplor diri,” katanya.
Utamakan Konten Positif dan Evergreen
Menutup materi, Hari Obbie memberikan pesan khusus bagi mahasiswa yang ingin menekuni dunia kreator konten. Ia merekomendasikan:
Pertama, Perbanyak referensi konten positif untuk memperkaya literasi. Kedua, Hindari konten negatif karena reputasi digital sangat rapuh.Ketiga, Fokus pada konten evergreen, yaitu konten yang bermanfaat dan relevan sepanjang waktu., Keempat, Adaptif terhadap teknologi, termasuk AI, agar tetap mampu bersaing. “Reputasi bisa naik dalam semalam, tapi bisa juga hancur dalam semalam. Jejak digital itu serius. Mulailah dari konten positif,” pungkasnya.