Jakarta, InfoPublik – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mengajak generasi muda Indonesia mengambil peran sebagai penggerak perubahan dan pembangunan bangsa. Pemuda perlu memiliki karakter patriotik, gigih, berwawasan luas, serta berempati agar mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.
Ajakan tersebut disampaikan Sugiono saat menghadiri puncak Indonesian Youth Summit (IYS) 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (29/10/2026) malam. Kegiatan yang dihadiri ribuan pemuda dari berbagai daerah itu menjadi bagian dari rangkaian menyambut satu abad Sumpah Pemuda.
Dalam sambutannya, Sugiono membagi manusia ke dalam tiga kelompok berdasarkan sikap mereka terhadap perubahan. Pertama, those who make things happen, yakni orang-orang yang mengambil tindakan dan menciptakan perubahan melalui kemampuan, tenaga, serta gagasan yang dimiliki.
Kedua, those who see things happen, yaitu kelompok yang hanya menyaksikan perubahan. Ketiga, those who ask what happened, yakni mereka yang bahkan tidak memahami peristiwa atau perubahan yang berlangsung di sekitarnya.
Sugiono mengapresiasi para peserta IYS 2026 yang menyatakan keinginan menjadi kelompok pertama, yaitu generasi yang berani mengambil peran dan menghasilkan perubahan.
"Artinya ada harapan, ada optimisme bahwa ke depan negara ini akan menjadi negara besar dan negara maju, karena anak-anak mudanya adalah orang-orang yang ‘make things happen’," ujar Sugiono.
Menurutnya, keterlibatan aktif pemuda dibutuhkan agar potensi dan kemampuan generasi muda tidak berhenti pada gagasan, tetapi diwujudkan melalui karya, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Patriotisme dan Keberagaman Jadi Kekuatan Bangsa
Sugiono juga mengingatkan kembali peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Saat itu, para pemuda dari berbagai latar belakang suku, bahasa, dan daerah menyatakan tekad untuk menjadi satu bangsa, satu tanah air, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Ia menilai, semangat persatuan yang dibangun para pemuda hampir satu abad lalu menjadi bukti bahwa keberagaman bukan kelemahan, melainkan kekuatan bangsa Indonesia.
Sugiono mengibaratkan Indonesia seperti taman bunga yang indah karena memiliki beragam jenis dan warna. Perbedaan latar belakang masyarakat justru menjadi kekayaan yang perlu dijaga dan dirawat bersama.
Pesan tersebut relevan di tengah persaingan global, kompetisi antarnegara, dan disrupsi teknologi informasi yang menghadirkan tantangan semakin kompleks bagi generasi muda. Dalam situasi tersebut, pemuda perlu memiliki ketangguhan, kegigihan, dan rasa cinta tanah air agar mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional.
"Tidak ada negara besar yang eksis dan survive jika pemuda-pemudinya tidak memiliki rasa patriotisme yang tinggi dan tidak mencintai bangsanya," tegasnya.
Prestasi dan Kerja Keras Jadi Teladan Pemuda
Sebagai contoh, Sugiono menyinggung Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut mantan atlet bulu tangkis nasional itu sebagai sosok yang menunjukkan bahwa kegigihan, kerja keras, dan kecintaan terhadap Indonesia dapat mengantarkan seseorang meraih prestasi di tingkat dunia.
Sugiono juga berpesan agar generasi muda terus memperluas wawasan melalui kebiasaan membaca dan mendengarkan. Menurutnya, kesempatan yang dimiliki perlu dimanfaatkan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia bukan sesuatu yang diperoleh dengan mudah. Kemerdekaan lahir dari perjuangan panjang generasi terdahulu sehingga generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan cita-cita pembangunan bangsa.
"Seringkali kita menganggap kemerdekaan sebagai sesuatu yang biasa saja, padahal di balik itu ada perjuangan luar biasa dari para generasi pembebas. Harapan bangsa ini ada di pundak kalian semua," pungkas Sugiono.
Melalui Indonesian Youth Summit 2026, penguatan karakter, wawasan, dan partisipasi pemuda menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus. Semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga diwujudkan melalui karya, persatuan, dan kontribusi nyata untuk membawa Indonesia menuju kemajuan.
Tagging: Kemenpora, Sugiono, Menko PMK, Indonesian Youth Summit 2026, IYS 2026, Sumpah Pemuda, pemuda Indonesia, patriotisme, generasi muda.