Jakarta, InfoPublik — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan terus mempercepat pelaksanaan program strategis nasional sekaligus menindak tegas berbagai penyimpangan yang menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Dalam evaluasi dua tahun pemerintahan, Kepala Negara menyoroti capaian swasembada pangan, penguatan Danantara, program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan infrastruktur dasar, serta peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan.
Presiden menyampaikan bahwa berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga kepentingan bangsa.
“Saudara-saudara, apa yang kita lakukan ini untuk keselamatan kita. Swasembada pangan, danantara, ekspor satu pintu. Begitu banyak keberhasilan kita. Jadi saya minta, jangan kita minder lagi. Kita, we are on the right track,” tegas Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) bertajuk Dua Tahun Pertama Pemerintahan: Kerja Nyata untuk Negeri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Menurut Presiden, berbagai capaian yang telah dilaporkan jajaran kabinet perlu menjadi dorongan untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan kebijakan pemerintah. Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah MBG. Presiden menegaskan bahwa program pemenuhan gizi tersebut merupakan investasi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempersiapkan masa depan generasi muda.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran terkait memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai ketentuan, termasuk melalui pengawasan, pemeriksaan, dan penindakan terhadap dugaan penyimpangan. Presiden mengungkapkan bahwa dalam proses pengawasan dan pembenahan program MBG, sebanyak 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan 203 orang menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung.
Selain itu, sebanyak 353 orang telah diberhentikan dengan tidak hormat, sementara 2.600 orang lainnya masih dalam proses pemeriksaan oleh Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN). Data tersebut disampaikan Presiden sebagai bagian dari langkah penertiban dan pembenahan pelaksanaan program MBG. “Jangan ragu-ragu. Pecat, bersihkan, sampai bersih. MBG ini strategis dan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Presiden meminta penegakan aturan dilakukan secara konsisten agar penyimpangan tidak mengganggu pelaksanaan program maupun manfaat yang seharusnya diterima masyarakat.
Kemudian, Presiden Prabowo memaparkan perkembangan program ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, sebanyak 10.000 koperasi telah beroperasi sebagai bagian dari upaya memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat di tingkat desa. Di bidang infrastruktur dasar, Presiden menyampaikan capaian program bedah rumah yang telah menjangkau sekitar 440.000 unit. Pemerintah juga melaporkan renovasi hampir 90.000 sekolah selama dua tahun pemerintahan untuk mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan.
Sementara itu, pembangunan konektivitas antarwilayah dilakukan melalui Satuan Tugas (Satgas) Jembatan yang telah mempercepat penyediaan sekitar 5.000 jembatan untuk menghubungkan kurang lebih 12.000 desa. Presiden memberikan apresiasi kepada jajaran Satgas Jembatan atas perkembangan pelaksanaan program tersebut. “Saya terima kasih Satgas Jembatan, ketuanya Pak Maruli, terima kasih berhasil sekarang sudah mendekati 5 ribu jembatan,” ujar Presiden.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur penghubung diperlukan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap kegiatan ekonomi dan berbagai layanan dasar.
Di sektor kesehatan, Presiden Prabowo melaporkan bahwa pemerintah telah menganggarkan pembangunan 66 rumah sakit daerah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 rumah sakit dilaporkan telah selesai dibangun, sedangkan pembangunan rumah sakit lainnya menjadi bagian dari program penguatan layanan kesehatan di daerah. Pemerintah juga terus mendorong pengembangan mal pelayanan publik dan digitalisasi pemerintahan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Penguatan sistem digital tersebut turut diarahkan untuk mendukung ketepatan pelayanan dan penyaluran bantuan sosial.
Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih atas kerja sama selama dua tahun pemerintahan. Ia juga berterima kasih kepada sejumlah tokoh nasional yang bergabung dalam Dewan Pertimbangan Presiden. Menurutnya, keterlibatan tokoh dari berbagai latar belakang mencerminkan semangat persatuan dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan.
“Terima kasih tokoh-tokoh nasional yang bergabung di Dewan Pertimbangan Presiden, ini kehormatan bagi saya, begitu banyak tokoh-tokoh nasional, terima kasih, ada Pak Chairul Tanjung, ada Pak Wiranto, ada Pak Hatta Rajasa,” ucap Presiden.
Menutup arahannya, Presiden mengingatkan jajaran kabinet bahwa berbagai tantangan pembangunan masih memerlukan kerja sama dan pembenahan secara berkelanjutan. Ia meminta seluruh unsur pemerintahan menjaga kekompakan, memperbaiki kelemahan, dan memastikan program prioritas memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jadi, pekerjaan banyak, tantangan banyak, kelemahan kita banyak, kerja sama. Kita atasi bersama, ya. We have to work as a team,” pungkas Presiden Prabowo.