Surabaya, InfoPublik – Kesehatan mental menjadi salah satu aspek penting dalam proses pemulihan penyalahgunaan narkotika. Untuk memperkuat kesadaran tersebut, Plato Foundation berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya, RRI Surabaya, dan kalangan akademisi menggelar kegiatan bertajuk “Bangkitkan Semangat, Ciptakan Mental yang Sehat” di Pusat Rehabilitasi Plato, Kota Surabaya.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan berbagai penampilan kreatif dalam agenda Unjuk Aksi Pejuang Pemulihan sebagai wadah bagi peserta rehabilitasi untuk mengekspresikan diri, mengembangkan potensi, dan membangun kepercayaan diri.
Dalam keterangan tertulis Plato Foundation, Kamis (5/11/2026), Direktur Plato Foundation, Dita Amalia, mengatakan bahwa pemulihan dari penyalahgunaan narkotika tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental dan spiritual.
Mengacu pada pandangan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dita menjelaskan bahwa kesehatan mental berkaitan dengan kemampuan seseorang mengenali potensi diri, mengelola emosi, menjalani aktivitas secara produktif, serta memberikan kontribusi kepada lingkungan sekitar.
Psikolog Polda Jawa Timur, AKBP Dr. M. Mujib Ridwan, juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental sebagai satu kesatuan dalam membangun kehidupan yang berkualitas.
Menurutnya, kesehatan tidak hanya diukur dari kondisi tubuh yang bebas penyakit, tetapi juga dari kemampuan seseorang berpikir jernih, mengelola emosi, mengambil keputusan, dan menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan.
Sementara itu, Ketua Tim Rehabilitasi BNNK Surabaya, Putri Damayanti, menyampaikan bahwa persoalan kesehatan mental dapat berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba. Sebaliknya, penggunaan narkoba juga dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang, termasuk memunculkan keluhan psikosomatis.
Ia mengingatkan, para peserta rehabilitasi agar tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi kesulitan selama menjalani proses pemulihan.
“Para pejuang pemulihan harus berani untuk mencari bantuan dan tidak boleh merasa sendiri,” katanya.
Ketua Tim Pencegahan BNNK Surabaya, Rahmatika Ramadhani, turut menekankan, pentingnya membangun rasa percaya diri agar para peserta tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Ia mengajak, para pejuang pemulihan untuk menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pembelajaran dan terus melangkah menuju kehidupan yang lebih baik.
“Pemulihan itu bukan ajang perlombaan. Bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang berani untuk melangkah maju,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Plato Foundation dalam menghadirkan program rehabilitasi yang tidak hanya berfokus pada pemulihan ketergantungan narkoba, tetapi juga memperhatikan kesehatan mental, pengembangan potensi diri, dan kemampuan peserta untuk kembali menjalankan fungsi sosial di masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor tersebut juga menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung pencegahan dan pemulihan penyalahgunaan narkoba.
Dalam kegiatan tersebut, para pejuang pemulihan menampilkan beragam kreativitas, mulai dari musikalisasi puisi, menyanyikan lagu (cover song), senam sehat antinarkoba, pertunjukan drama, hingga pembacaan Deklarasi Sumpah Pejuang Pemulihan Antinarkotika.
Berbagai penampilan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari proses rehabilitasi. Melalui kegiatan kreatif, peserta memperoleh ruang untuk mengembangkan keterampilan sosial, keberanian, kedisiplinan, kerja sama, serta kemampuan mengekspresikan diri.
Kegiatan ditutup dengan pembacaan deklarasi secara bersama-sama oleh seluruh pejuang pemulihan. Deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen untuk menjaga diri dari penyalahgunaan narkoba serta berperan aktif dalam melawan berbagai bentuk kejahatan narkotika.(MC Prov Jatim/yan-hjr/eyv)