Surabaya, InfoPublik – Perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) membawa perubahan dalam industri penyiaran, mulai dari produksi konten hingga pengelolaan administrasi. Untuk menghadapi perubahan tersebut, insan penyiaran di Jawa Timur dibekali keterampilan pemanfaatan AI sekaligus pemahaman mengenai etika dan tanggung jawab penggunaannya.
Upaya tersebut dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur melalui program CERDIG (Cerdas Digital) yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting dari Surabaya, Senin (2/11/2026).
Mengusung tema "Transformasi SDM Penyiaran di Era AI: Inovatif, Kompetitif, dan Bertanggung Jawab", kegiatan ini dikemas dalam bentuk pelatihan literasi digital dan lokakarya AI broadcasting. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan teknologi sekaligus praktik penerapannya untuk mendukung pekerjaan di lingkungan lembaga penyiaran.
Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika) Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Gugi Alifrianto Wicaksono, yang hadir mewakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, mengatakan kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menghadapi transformasi industri penyiaran.
Menurutnya, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas dan kompetensi agar insan penyiaran mampu beradaptasi, berinovasi, serta mempertahankan profesionalisme.
"Teknologi boleh terus berkembang dan cara kita memproduksi konten boleh berubah, tetapi kepercayaan masyarakat harus tetap menjadi hal utama yang kita jaga," ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kompetensi digital diperlukan agar insan penyiaran tetap mampu bersaing di tengah perubahan pola produksi dan distribusi informasi.
"Peningkatan kapasitas dan kompetensi insan penyiaran menjadi hal penting agar mampu beradaptasi, berinovasi, dan tetap kompetitif di tengah perubahan industri media," kata Gugi.
Dalam pelatihan tersebut, Andre Dwi Herdhiyanto dari Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi Surabaya hadir sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi mengenai pemanfaatan teknologi AI dalam bidang penyiaran, disertai praktik langsung penggunaan sejumlah teknologi pendukung pekerjaan media.
Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan AI untuk menyusun naskah berita dan siaran, mengolah teks, serta membantu pekerjaan administrasi lembaga penyiaran.
Namun, pemanfaatan AI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya verifikasi fakta, keamanan data, dan etika penggunaan teknologi tersebut.
Aspek tersebut menjadi perhatian agar penggunaan AI tidak semata-mata berorientasi pada kecepatan dan kemudahan produksi konten, tetapi tetap mengutamakan akurasi informasi dan tanggung jawab profesional.
Penguasaan teknologi AI diharapkan dapat membantu insan penyiaran meningkatkan efektivitas pekerjaan sekaligus membuka peluang inovasi dalam menghasilkan konten yang lebih kreatif dan berkualitas.
Melalui program CERDIG, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur berharap insan penyiaran semakin siap menghadapi transformasi digital, mampu memanfaatkan AI secara bijak, serta tetap menjaga kualitas informasi dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penyiaran.(MC Jatim/byu/hjr/eyv)