Kota Gorontalo, InfoPublik - Masih tingginya indeks perkembangan harga (IPH) cabai rawit, ditambah cabai merah dalam beberapa pekan terakhir, mengharuskan pemerintah pusat dan daerah turun lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan utama.
Tim pengendali inflasi pusat di bawah koordinasi Irjen Kementerian Dalam Negeri berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk meredam gejolak harga.
“Tim ini telah menyiapkan rencana monitoring dan evaluasi secara langsung di lapangan, khususnya terkait pemutakhiran harga di pasar pantauan, identifikasi permasalahan, hingga peluncuran program Indonesia Asri,” kata Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Kumperindag) Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka, Kamis (22/10/2026).
Fayzal menjelaskan, tim juga menyiapkan solusi alternatif, maupun dukungan anggaran agar kondisi harga cabai bisa berangsur angsur turun.
Menurut Fayzal, instansinya sebagai salah satu institusi yang terlibat dalam kegiatan pemantauan harga komoditas, diberikan tugas untuk berkoodinasi dengan pengelola pasar, terkait lokus pasar yang akan dijadikan objek pengambilan informasi harga cabai, khususnya daerah daerah yang harga komoditasnya bergejolak.
“Tim Itjen Kemendagri dan tim pengendali inflasi Provinsi Gorontalo akan membedah, menganalisa, dan mengevaluasi sejauh mana efektivitas intervensi program dan anggaran, terkait pengendalian inflasi cabai di Provinsi Gorontalo,” ujar Fayzal.
Tim pengedali inflasi itu juga akan melakukan evaluasi rencana pelaksaanaan operasi pasar/pasar murah subsidi dari Dinas Kumperindag di triwulan akhir tahun 2026. (mcgorontaloprov/gilang)