Pekanbaru, InfoPublik — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Riau Pangan Bertuah menggelar operasi pasar murah di lima lokasi di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar pada 19–23 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut bertujuan menjaga ketersediaan bahan kebutuhan pokok, memperlancar distribusi, dan membantu masyarakat memperoleh komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Riau, Tetty Nurdianti, mengatakan operasi pasar murah menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan.
“Kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan,” ujar Tetty di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Senin (19/10/2026).
Menurutnya, operasi pasar murah pekan ini berlangsung di empat lokasi di Kota Pekanbaru dan satu lokasi di Kabupaten Kampar, dengan pelaksanaan secara bergiliran setiap hari.
Pasar murah digelar di halaman Kantor Lurah Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru.
“Kemudian pada Selasa, 20 Oktober akan digelar di Halaman Kantor Camat Rumbai Barat, dilanjutkan Rabu, 21 Oktober di Kabupaten Kampar. Tepatnya di Halaman Kantor Desa Pandau Jaya,” katanya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan pada Kamis (22/10/2026) di halaman Kantor Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, dan Jumat (23/10/2026) di halaman Kantor Lurah Lembah Damai, Kecamatan Rumbai.
Seluruh kegiatan pasar murah dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB.
Harga Beras SPHP Rp60.000 per 5 Kg
Tetty menjelaskan bahwa sejumlah komoditas kebutuhan pokok disediakan dalam operasi pasar murah tersebut, mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, garam, hingga telur.
Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual seharga Rp60.000 per kemasan lima kilogram.
Sementara itu, beras jenis Anak Daro dan Sokan masing-masing ditawarkan seharga Rp169.000 per kemasan 10 kilogram (kg) atau Rp84.500 per kemasan 5 kg.
Untuk gula pasir, harga yang ditawarkan sebesar Rp18.000 per kg, sedangkan minyak goreng kemasan MinyaKita dijual Rp15.500 per bungkus.
“Untuk gula pasir dibanderol dengan harga Rp18 ribu per kg, minyak goreng kemasan MinyaKita Rp15.500 per bungkus,” ungkap Tetty.
Komoditas lainnya meliputi garam Krista seharga Rp2.000 per kemasan 200 gram, garam Nusantara Rp2.000 per kemasan 250 gram, serta telur ayam Rp49.000 per papan.
Tetty mengimbau masyarakat yang ingin membeli kebutuhan pokok agar datang sesuai jadwal dan mengikuti antrean secara tertib.
Ia juga mengajak warga membawa kantong belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung.
“Pasar murah akan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Kita harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Dan kami mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah, guna mengurangi penggunaan kantong plastik,” pungkasnya.
Operasi pasar murah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Riau bersama TPID dan BUMD dalam menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan di tengah kebutuhan masyarakat.