Lumajang, InfoPublik — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memastikan biaya pengobatan dan transportasi rujukan bagi Muhammad Ibrahim Aulia Hanif, anak penderita leukemia yang harus menjalani kemoterapi di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur (Jatim), mendapat dukungan penuh.
Selain itu, Pemkab menyiapkan ambulans dan memperhatikan kebutuhan keluarga selama mendampingi proses pengobatan.
Kepastian tersebut disampaikan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, saat menjenguk Ibrahim di Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang, Provinsi Jatim, pada Selasa (20/10/2026).
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah itu menjelaskan bahwa biaya pengobatan Ibrahim telah ditanggung BPJS Kesehatan. Keluarga pasien juga tercatat dalam kelompok desil satu, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan ekonomi terendah berdasarkan pengelompokan data sosial ekonomi.
“Yang kami pastikan adalah selama menjalani pengobatan, tidak ada kendala yang menghambat proses perawatan. Alhamdulillah, biaya pengobatannya sudah ditanggung BPJS Kesehatan karena keluarga ini masuk dalam desil satu,” ujar Indah.
Menurutnya, Ibrahim harus menjalani kemoterapi di Jember karena layanan dokter spesialis kanker anak belum tersedia di Kabupaten Lumajang.
Meski rumah sakit di Lumajang telah memiliki dokter spesialis onkologi, layanan tersebut belum secara khusus menangani pasien kanker anak. Karena itu, rujukan ke Jember diperlukan agar Ibrahim mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medisnya.
Untuk mempermudah akses pengobatan, Pemkab Lumajang menyediakan fasilitas ambulans yang dapat digunakan dalam perjalanan dari Lumajang menuju Jember maupun saat kembali ke rumah.
Pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan keluarga, terutama ibu Ibrahim yang harus mendampingi anaknya selama menjalani rangkaian kemoterapi.
“Transportasi menggunakan ambulans, baik dari Lumajang ke Jember maupun sebaliknya, menjadi tanggung jawab kami. Kami juga memperhatikan kebutuhan keluarga, karena ibunya harus mendampingi selama pengobatan dan tentu ada konsekuensi kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi,” jelasnya.
Indah menilai pendampingan keluarga menjadi bagian penting dalam proses perawatan anak penderita penyakit serius. Selain menghadapi tantangan kesehatan, keluarga juga harus menyesuaikan aktivitas sehari-hari untuk memastikan pasien mendapatkan perhatian yang memadai.
Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pembiayaan dan fasilitas kesehatan, tetapi juga pendampingan moral agar Ibrahim tetap memiliki semangat menjalani pengobatan.
“Kita harus terus memberikan dukungan dan semangat. Ibrahim masih dalam masa pertumbuhan dan seharusnya juga bisa menjalani aktivitas sekolah seperti anak-anak seusianya. Karena itu, kami ingin memastikan ia mendapatkan pendampingan yang dibutuhkan selama menjalani pengobatan,” ungkapnya.
Melalui dukungan jaminan kesehatan, transportasi rujukan, dan perhatian terhadap kebutuhan keluarga, Pemkab Lumajang berharap proses pengobatan Ibrahim dapat berlangsung sesuai rencana medis tanpa menambah beban ekonomi keluarganya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang menghadapi persoalan kesehatan, khususnya keluarga kurang mampu yang membutuhkan akses pengobatan lanjutan di luar daerah.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ad/An-m)