Langgur, InfoPublik — Sekitar 100 wisatawan yang berencana menghadiri Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, masih tertahan di Kota Ambon akibat gangguan penerbangan yang dipicu kabut asap.
Para wisatawan tersebut telah merencanakan perjalanan untuk mengikuti festival tahunan itu sejak 2025. Sebagai alternatif, mereka dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Maluku Tenggara menggunakan kapal Pelni KM Labobar yang direncanakan berlayar pada Rabu (21/10/2026).
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Maluku Tenggara, Budi Tofi, menyampaikan informasi tersebut di sela-sela pelaksanaan Karnaval Budaya FPMK 2026 di kawasan Landmark Kota Langgur, Senin (19/10/2026).
Menurut Budi, kendala transportasi udara menjadi salah satu tantangan penyelenggaraan festival tahun ini, terutama bagi wisatawan yang telah mempersiapkan perjalanan jauh-jauh hari.
Meski demikian, sejumlah wisatawan mancanegara telah tiba lebih awal di Maluku Tenggara untuk mengikuti rangkaian kegiatan festival.
Wisatawan tersebut antara lain berasal dari Inggris, Belanda, Selandia Baru, dan Australia.
Kehadiran wisatawan asing tersebut menunjukkan adanya minat terhadap potensi pariwisata dan kekayaan budaya Kepulauan Kei yang diperkenalkan melalui FPMK 2026.
Budi menjelaskan bahwa festival tidak hanya dirancang sebagai kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi wadah pelestarian tradisi, pengembangan kreativitas masyarakat, serta penguatan identitas budaya Kei.
Melalui berbagai kegiatan budaya, pemerintah daerah berupaya memperkenalkan potensi wisata alam dan tradisi masyarakat kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Menurutnya, kekayaan budaya, keindahan alam, dan keramahan masyarakat merupakan modal penting dalam memperkuat daya tarik Maluku Tenggara sebagai destinasi wisata di kawasan timur Indonesia.
Penyelenggaraan FPMK juga diharapkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal dan sektor ekonomi kreatif yang berkaitan dengan aktivitas pariwisata.
Selain menjadi sarana promosi destinasi, festival tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk mempertahankan tradisi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kepulauan Kei kepada pengunjung.
Budi berharap FPMK 2026 dapat semakin memperluas pengenalan pariwisata Maluku Tenggara di tingkat nasional dan internasional meskipun penyelenggaraannya menghadapi kendala transportasi.
Pemerintah daerah juga berharap rangkaian festival dapat mendukung pelestarian warisan budaya sekaligus mendorong berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
(MC.Maluku Tenggara/Adolof Labetubun)