Kabupaten Gorontalo, InfoPublik – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengingatkan, para pelajar agar menghindari perilaku berisiko yang dapat membahayakan kesehatan dan menghambat tercapainya cita-cita.
Hal tersebut disampaikan wagub, saat menjadi narasumber pada edukasi informasi HIV-AIDS bagi siswa, guru, dan tenaga tata usaha di SMA Negeri 1 Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Senin (19/10/2026).
Dihadapan 450 siswa-siswi kelas X yang mengikuti sosialisasi tersebut, Idah menekankan pentingnya memahami bahaya HIV-AIDS sejak dini melalui edukasi, memperkuat iman dan takwa, memilih pergaulan yang baik, serta bijak dalam menggunakan teknologi informasi dan media sosial.
Wagub juga mengingatkan para pelajar agar tidak sembarangan membuat tato, terutama bagi mereka yang bercita-cita menjadi anggota TNI atau Polri. Menurutnya, tato dapat menjadi kendala dalam memenuhi persyaratan seleksi pada institusi tertentu.
Selain itu, penggunaan jarum yang terkontaminasi dan dipakai secara bergantian juga berisiko menularkan HIV.
“Semua cita-cita itu mulia, semua pekerjaan yang halal juga mulia. Tetapi, jangan sampai kalian melakukan hal-hal yang justru bisa menghambat cita-cita kalian. Bagi yang ingin menjadi tentara atau polisi, jangan iseng-iseng mencoba membuat tato. Pikirkan masa depan kalian,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, wagub turut mengajak para siswa berdialog mengenai pengetahuan mereka tentang HIV-AIDS. Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai cara penularan dan pencegahan HIV-AIDS akan membantu pelajar melindungi diri sekaligus menyebarkan informasi yang benar kepada teman sebaya dan lingkungan sekitarnya.
“Kalau kalian sudah memahami bahaya HIV-AIDS, kalian bisa menjaga diri agar tidak terjerumus dalam perilaku berisiko. Kalian juga bisa menjadi duta HIV-AIDS di lingkungan masing-masing dengan mengajak teman-teman untuk bersama-sama mencegah penularannya,” katanya.
Wagub juga mengajak seluruh pelajar untuk bersama-sama mencegah penyebaran HIV-AIDS dan tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan yang berisiko. Ia menekankan bahwa upaya pencegahan perlu dimulai dari diri sendiri melalui pengetahuan, sikap, dan keputusan yang bertanggung jawab.
Di akhir kegiatan, wagub memberikan bingkisan kepada sejumlah siswa yang berani maju dan menjelaskan pengetahuan mereka tentang bahaya HIV-AIDS. Penyerahan bingkisan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Anang S. Otoluwa, Kepala Dinas Pendidikan Sudarman Samad, serta tim dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 1.538 kasus diagnosis HIV-AIDS di Provinsi Gorontalo. Dari jumlah tersebut, sebanyak 738 kasus tercatat pada kelompok gay, waria, dan lesbian (GWL), sedangkan 511 kasus dikaitkan dengan penularan melalui hubungan seksual. (mcgorontaloprov/echin)