Langgur, InfoPublik — Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, mengajak peserta Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) XXXVII Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) mengenal destinasi wisata, kekayaan budaya Kepulauan Kei, memperkuat persatuan, toleransi, dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Hanubun saat bertemu delegasi MPP AMGPM di Gereja Sumber Kasih, Ohoi Ohoira, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Minggu (18/10/2026).
Di hadapan peserta yang berasal dari 34 pengurus daerah AMGPM di Provinsi Maluku dan Maluku Utara, Hanubun memperkenalkan potensi wisata unggulan Maluku Tenggara, termasuk Pantai Ngurbloat atau Pasir Panjang yang dikenal dengan hamparan pasir putihnya.
Menurutnya, kehadiran delegasi MPP AMGPM tidak hanya menjadi bagian dari agenda organisasi, tetapi juga kesempatan untuk mempererat hubungan antardaerah, bertukar pengalaman, dan mengenal kehidupan masyarakat Kei.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara berencana menyesuaikan jadwal Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2026 dengan waktu istirahat peserta MPP AMGPM.
“Panitia dan Pengurus Besar AMGPM, beta mundurkan jadwal kegiatan Festival Pesona Meti Kei untuk disesuaikan dengan waktu istirahat peserta,” ujar Hanubun.
Penyesuaian tersebut diharapkan memungkinkan peserta mengikuti sebagian rangkaian festival sekaligus menikmati daya tarik wisata dan budaya daerah selama berada di Maluku Tenggara.
Hanubun juga menegaskan bahwa dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah, meskipun tengah berlangsung kebijakan efisiensi anggaran.
Menurutnya, Pemkab Maluku Tenggara bersama Pemerintah Kota Tual berkomitmen mendukung penyelenggaraan kegiatan gerejawi sesuai kewenangan masing-masing.
Selain mempromosikan sektor pariwisata, Hanubun mengajak pemuda gereja mengambil peran aktif dalam menjaga kerukunan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Ia berharap AMGPM tidak hanya berperan dalam pelayanan internal gereja, tetapi juga menjadi penggerak persatuan dan turut memberikan solusi terhadap persoalan sosial di masyarakat.
“Sejalan dengan moto AMGPM, ‘Kamu Adalah Garam dan Terang Dunia’, saya berharap Angkatan Muda GPM terus mengambil peran nyata dalam menjaga persatuan, membangun toleransi, memperkuat karakter, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat,” kata Hanubun.
Hanubun menambahkan, tema GPM “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM” menjadi pengingat pentingnya penguatan pelayanan, pembaruan organisasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda.
Menurutnya, perjalanan menuju satu abad GPM perlu dimanfaatkan untuk memperkokoh komitmen pelayanan sekaligus memperluas kontribusi gereja dalam membangun kehidupan sosial yang damai dan saling menghargai.
MPP XXXVII AMGPM Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 18–23 Oktober 2026 di Ohoira Woma Bal Vu Aha, Kabupaten Maluku Tenggara.
Setelah itu, Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) ke-46 Sinode GPM dijadwalkan berlangsung pada 24–29 Oktober 2026 di Jemaat Tual, Kota Tual.
Melalui kedua kegiatan tersebut, Hanubun berharap pemuda gereja dapat memperkuat peran organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga nilai persaudaraan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kei.
Nilai Ain ni Ain, yang mencerminkan semangat persaudaraan masyarakat Kei, diharapkan terus menjadi landasan dalam membangun hubungan sosial yang harmonis, sekaligus memperkenalkan Maluku Tenggara sebagai daerah dengan kekayaan budaya dan potensi pariwisata.
(MC.Maluku Tenggara/Adolof Labetubun)