Bireuen, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Bireuen mencatat kinerja penanganan stunting sebesar 75 persen berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri per 8 Oktober 2026. Berdasarkan data tersebut, Bireuen menempati posisi pertama di Provinsi Aceh.
Capaian tersebut disampaikan Bupati Bireuen, Mukhlis, dalam kegiatan penutupan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen yang dirangkaikan dengan dakwah Islamiah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. Kegiatan berlangsung di Masjid Agung Sultan Jeumpa, Bireuen, Senin malam (12/10/2026).
Mukhlis mengapresiasi, kerja sama berbagai pihak dalam mendukung upaya penanganan stunting. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut perlu menjadi motivasi untuk menjaga konsistensi program dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Prestasi ini merupakan hasil kolaborasi bersama. Namun, ini belum final dan menjadi pendorong untuk terus meningkatkan layanan serta menekan angka stunting secara konsisten,” ujarnya.
Penanganan stunting menjadi salah satu bagian dari prioritas pembangunan daerah di bidang kesehatan. Pemkab Bireuen juga berupaya memperluas akses pelayanan kesehatan melalui kerja sama pemanfaatan hibah aset dengan TNI untuk mendukung pengembangan dan modernisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Fauziah Bireuen.
Di bidang pendidikan dan sosial, pemerintah daerah berkomitmen memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi. Pemerintah juga melanjutkan pembenahan fasilitas sekolah dan pembangunan rumah layak huni bagi keluarga penerima manfaat.
Sementara itu, di sektor pertanian, Pemkab Bireuen mengoptimalkan, penyaluran benih, pengolahan lahan, serta penguatan sarana dan prasarana pertanian. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani sebagai salah satu penopang perekonomian daerah.
Pada sektor infrastruktur dan tata ruang, pemerintah daerah melanjutkan pembenahan pascabencana hidrometeorologi dengan memperhatikan kualitas infrastruktur. Selain itu, penyelesaian Rancangan Qanun tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sebelumnya tertunda di tingkat pusat disebut telah tuntas.
Pemkab Bireuen juga melakukan penataan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Krueng Peusangan serta menyiapkan Qanun Penyertaan Modal untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Berbagai program tersebut melibatkan aparatur sipil negara (ASN), tenaga kesehatan, tenaga pendidik, aparatur gampong, ulama, serta masyarakat. Kolaborasi lintas sektor diharapkan, dapat mendukung keberlanjutan pembangunan daerah, termasuk peningkatan pelayanan kesehatan dan penanganan stunting di Kabupaten Bireuen.(Mc.Bireuen/Eyv)