SLEMAN, InfoPublik – Mengurai dinamika sosial dan ancaman gangguan keamanan di tingkat akar rumput, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkompimka) Tempel menggelar rapat evaluasi strategis di Pendopo Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Selasa (13/10/2026).
Rapat yang mempertemukan unsur pemerintahan, TNI, Polri, dan instansi terkait ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi birokrasi, melainkan ruang eksekusi untuk menjawab rentetan aduan warga.
Mulai dari urusan polusi lingkungan, ancaman keselamatan jalan raya, hingga kesiapsiagaan mitigasi bencana, seluruhnya dibedah tuntas guna merumuskan tindak lanjut yang terarah.
Panewu Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan, memberikan instruksi tegas agar setiap aduan masyarakat langsung disalurkan kepada otoritas yang berwenang, sehingga penyelesaiannya tidak berhenti di atas meja rapat.
Dalam evaluasi ketenteraman wilayah, Rasyid mengapresiasi keberhasilan tim dalam mengurai sejumlah polemik, seperti meredanya kebisingan pasar, tertanganinya limbah SPPG di Banyurejo, hingga penataan akses keluar tol di Tambakrejo.
Kendati demikian, ia menyoroti tajam keluhan warga Margorejo terkait aktivitas pembakaran sampah yang dinilai sangat mengganggu kenyamanan.
Rasyid menekankan, gangguan ketertiban tidak melulu soal kriminalitas, melainkan juga meliputi kenyamanan ekologi yang harus segera dieksekusi melalui sinergi antara instansi terkait dan pemerintah kalurahan.
Bergeser pada isu keamanan, Kapolsek Tempel, Kompol Samiyono, memaparkan, situasi wilayah secara umum masih sangat kondusif.
Namun, ia menyalakan alarm peringatan terkait tingginya fatalitas di jalan raya, di mana tiga nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas hanya dalam kurun waktu dua bulan terakhir.
Merespons tragedi tersebut, pihak kepolisian mendesak adanya edukasi masif dan pengawasan ekstra di sejumlah titik rawan.
Sorotan tajam juga diarahkan pada aktivitas balap liar yang kerap meresahkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan di kawasan Jalan Mororejo, yang membentang dari Sempu, Margorejo, hingga Karanggawang.
Menyikapi maraknya kenakalan remaja dan ancaman kriminalitas seperti penipuan serta pencurian, penegakan hukum tentu tidak bisa berdiri sendiri.
Pihak kepolisian menuntut keterlibatan aktif dari jajaran tokoh masyarakat hingga unit terkecil di dalam keluarga untuk menanamkan kesadaran hukum sedini mungkin.
Melalui forum koordinasi ini, seluruh jajaran pimpinan Kapanewon Tempel bertekad menjadikan pertemuan lintas sektor sebagai mesin penggerak roda pengawasan yang solid.
Kewaspadaan lingkungan dan sinergi terpadu ini diyakini menjadi kunci utama dalam melindungi warga dari berbagai potensi gangguan di masa mendatang. (MC Kab. Sleman / KIM Tempel / SBD)