SLEMAN, InfoPublik – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman menempuh pendekatan preventif yang humanis dalam memberantas peredaran obat terlarang di tingkat akar rumput.
Berdasarkan hasil pemetaan dan survei BNN pada tahun 2024, Kalurahan Sumbersari di Kapanewon Moyudan teridentifikasi sebagai salah satu kawasan waspada narkoba.
Merespons kerawanan tersebut, BNN Sleman menginisiasi program Bimbingan Teknis keterampilan hidup atau life skill di Pendopo Kalurahan Sumbersari.
Kegiatan yang resmi dibuka pada Selasa (13/10/2026) ini dirancang khusus untuk memantik lahirnya aktivitas ekonomi produktif yang mampu menjauhkan masyarakat dari bayang-bayang gelap jaringan narkotika.
Kepala BNN Kabupaten Sleman, Kombes Pol. Teguh Prasetya, turun langsung meresmikan agenda pemberdayaan tersebut di hadapan perwakilan Badan Kesbangpol, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, serta Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman.
Teguh menegaskan, intervensi melalui jalur ekonomi merupakan strategi krusial untuk menyibukkan warga dengan kegiatan positif.
Ia meyakini, peningkatan kesejahteraan yang terjamin akan secara otomatis mempersempit ruang gerak sindikat narkoba.
Guna memastikan program berjalan profesional, BNN menggandeng Lembaga Pendidikan Kursus Yogya Tama Tri Cita (LPK YTTC) sebagai instruktur ahli yang mendampingi 20 peserta selama tiga hari penuh hingga Kamis (15/10/2026).
Direktur Utama LPK YTTC Yogyakarta, Khairullah Gasali, memaparkan, para peserta digembleng langsung dengan keterampilan praktis bernilai jual tinggi, seperti teknik produksi kue kering, kue basah, hingga aneka kreasi kuliner.
Khairullah menggarisbawahi, bekal keahlian ini tidak hanya dirancang untuk mencetak kemandirian individu, tetapi juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru.
Menyadari keberhasilan program tidak bisa diukur dalam hitungan hari, Kombes Pol. Teguh Prasetya berkomitmen menerjunkan tim pemantau.
Selama dua bulan ke depan, BNN akan mengawasi secara ketat sejauh mana para peserta mampu mengimplementasikan ilmunya menjadi embrio usaha mikro yang nyata di lapangan.
Langkah strategis dan berkelanjutan ini mendapat sambutan hangat dari pucuk pimpinan wilayah setempat.
Lurah Sumbersari, Sukadi, menghaturkan apresiasi mendalam atas kepedulian BNN yang tidak melulu menggunakan pendekatan hukum, melainkan turut memfasilitasi kebangkitan ekonomi warganya.
Melalui perpaduan antara edukasi antinarkoba dan pemberdayaan wirausaha ini, warga Sumbersari kini memiliki perisai yang kuat.
Mereka didorong untuk bangkit menjadi masyarakat yang berdaya saing, sejahtera secara finansial, dan merdeka dari segala bentuk eksploitasi peredaran barang haram. (MC Kab. Sleman / KIM Moyudan / Giek)