Kubu Raya, InfoPublik — Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, terpilih mewakili Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dalam penilaian Kasad Award Kampung Pancasila 2026.
Desa tersebut mengandalkan sejumlah potensi unggulan yang mulai dari ketahanan pangan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kegiatan kepemudaan, hingga kerukunan antarumat beragama.
Staf Ahli Bupati Kubu Raya, Hefmi Rizal, menyampaikan apresiasi kepada TNI atas penyelenggaraan program tersebut.
“Kita mengapresiasi kegiatan dari TNI ini. Mudah-mudahan melalui Desa Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya bisa meraih penghargaan Kasad Award Kampung Pancasila Tahun 2026,” ujar Hefmi di Kantor Desa Rasau Jaya Satu, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Namun, dalam proses penilaian, pemerintah desa juga mengungkapkan kendala berkurangnya kuota pupuk bersubsidi selama dua bulan terakhir.
Hefmi mengatakan persoalan tersebut perlu dikoordinasikan dengan instansi terkait di tingkat kabupaten, provinsi, hingga Kementerian Pertanian agar kebutuhan petani dapat ditindaklanjuti.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Pusat Wilayah Kalimantan Barat, Kolonel Infanteri M. Ridwan, menjelaskan bahwa Kasad Award Kampung Pancasila merupakan program Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang melibatkan Astra.
Ia menyebutkan, sebanyak 21 peserta mengikuti tahapan penilaian setelah melalui proses seleksi di masing-masing Komando Daerah Militer (Kodam).
Sejumlah indikator penilaian meliputi pengembangan UMKM, pembinaan perlawanan rakyat (Wanra), kegiatan Karang Taruna, pemanfaatan media sosial, serta ketahanan pangan.
Ridwan menekankan bahwa keberhasilan Kampung Pancasila tidak hanya diukur berdasarkan kesiapan desa menghadapi perlombaan, tetapi juga konsistensi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat.
“Yang perlu dikembangkan adalah keterlibatan aparat desa dan aparat kewilayahan. Bukan hanya karena ada lomba kemudian ikut berpartisipasi, tetapi sepanjang tahun harus hadir di tengah masyarakat, baik TNI, Polri, maupun pemerintah desa,” tegasnya.
Kepala Desa Rasau Jaya Satu, Suwono, mengatakan desanya terpilih mewakili Kalimantan Barat setelah melalui proses pembinaan dan penilaian sebelumnya.
“Sejumlah potensi yang menjadi perhatian di antaranya keberadaan pemadam kebakaran, pasar tradisional, UMKM, seni budaya, tanaman pangan, serta kegiatan hortikultura,” sebut Suwono.
Selain potensi ekonomi dan pertanian, Desa Rasau Jaya Satu juga pernah ditunjuk sebagai desa sadar kerukunan umat beragama. Menurut Suwono, kondisi tersebut mencerminkan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi dan persatuan.
Di bidang kesehatan, pemerintah desa mengembangkan pelayanan dasar melalui enam pos pelayanan terpadu (posyandu) yang tersebar di enam dusun, didukung puskesmas pembantu serta program penanganan tengkes (stunting) dan pemberian makanan tambahan.
“Di sini ada enam posyandu yang tersebar di enam dusun, didukung pelayanan puskesmas pembantu serta kegiatan penanganan stunting dan pemberian makanan tambahan yang turut didukung pemerintah desa,” terangnya.
Keberadaan Rumah Sakit TBSI di wilayah desa juga dinilai membantu masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan.
Suwono berharap keikutsertaan Rasau Jaya Satu dalam penilaian Kasad Award Kampung Pancasila 2026 tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi juga mendorong pengembangan potensi desa secara berkelanjutan.
“Berbagai kebutuhan dan kendala yang dihadapi desa dapat menjadi perhatian pihak terkait, sehingga pengembangan potensi desa dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
(Red-DiskominfoKKR/IKP/Editor; ird)