Surabaya, InfoPublik– Perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengikuti wawancara pendampingan Smart Province Jawa Timur yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara daring, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi tahapan lanjutan untuk menggali dan mengonfirmasi informasi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berdasarkan kertas kerja yang telah diisi sebelumnya.
Wawancara pendampingan dilakukan untuk melengkapi dan memvalidasi data sebagai bahan penyusunan Buku Satu Analisis Strategis Smart Province Jawa Timur. Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting, kesenjangan, isu strategis, serta kebutuhan prioritas pembangunan daerah.
Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Kementerian Komunikasi dan Digital, Aris Kurniawan, menyampaikan, pengembangan Smart Province perlu melihat lebih jauh inovasi serta potensi kolaborasi yang dapat dilakukan antar-OPD.
“Dalam pengembangan Smart Province ini, inovasi dan potensi kolaborasi antar-OPD dapat kita lihat lebih detail. Harapannya, analisis ini tidak hanya menggambarkan apa yang sudah dimiliki Jawa Timur, tetapi juga tantangan ke depan dan hal-hal yang perlu dilakukan bersama,” ujar Aris.
Ia menjelaskan, proses pendampingan juga menjadi bagian untuk melihat kondisi Jawa Timur secara lebih menyeluruh sebagai dasar penyusunan analisis strategis. Hasil analisis tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai berbagai aspek yang masih perlu diperkuat dalam pengembangan Smart Province Jawa Timur.
Sementara itu, Praktisi Smart City, Fitrah Rahmat Kautsar, memaparkan proses validasi data Smart Province berdasarkan kertas kerja yang telah diisi oleh OPD. Data yang tersedia dikonfirmasi dan dilengkapi untuk memastikan informasi yang digunakan dalam analisis sesuai dengan kondisi di Jawa Timur.
Fitrah juga menjelaskan, analisis kesiapan daerah mencakup aspek sumber daya manusia (SDM), struktur, infrastruktur, superstruktur, dan kultur. Penguatan data lintas OPD turut dilakukan untuk memastikan data yang digunakan valid dan representatif.
Dalam kegiatan tersebut, Annora Febrila Nilamsari turut memberikan tutorial mengenai pengisian dan validasi kertas kerja. OPD diarahkan untuk memeriksa kembali data yang telah tersedia serta melengkapi informasi sesuai dengan bidang masing-masing.
Pendampingan juga dilakukan melalui konfirmasi data dan sesi tanya jawab bersama OPD. Proses tersebut memberikan ruang bagi perangkat daerah untuk menyampaikan informasi tambahan sekaligus memastikan data yang digunakan dalam penyusunan analisis dapat menggambarkan kondisi daerah secara lebih komprehensif.
Melalui wawancara pendampingan ini, data dan informasi dari OPD diharapkan semakin lengkap dan tervalidasi sebagai bahan penyusunan Buku Satu Analisis Strategis Smart Province Jawa Timur. Dokumen tersebut selanjutnya menjadi bagian dalam memetakan kondisi, kesenjangan, isu strategis, dan kebutuhan prioritas pembangunan Smart Province Jawa Timur. (MC Prov Jatim /hjr/eyv)