Banjarbaru, InfoPublik – Sumur warga di RT 23 dan RT 24 Kelurahan Kemuning, Kota Banjarbaru, mulai mengering akibat kemarau panjang. Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus mencari air ke lokasi lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bagi warga, galon tidak lagi sekadar wadah air minum. Galon menjadi perlengkapan yang dibawa saat mencari air ke sumur, sungai, atau sumber air lain yang masih tersedia.
Kondisi itu dirasakan Nopi, warga setempat. Ia mengatakan, warga harus berpindah-pindah mencari sumber air ketika sumur di lingkungan mereka tidak lagi mencukupi.
“Kami ke sumur-sumur minta (air), ke sungai-sungai, mandi ke sungai. Kalau ada uang (beli) air minum saja. Kalau sumur ini ke mana saja, ibaratnya mencari ke sungai mengambil pakai galon,” ungkapnya.
Untuk meringankan kebutuhan warga, Pemerintah Kota Banjarbaru bersama sejumlah pihak menyalurkan bantuan air bersih ke kawasan tersebut, Jumat (18/9/2026).
Penyaluran dilakukan melalui kerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda dan Relawan Bares, dengan dukungan TNI AU. Bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air warga selama kemarau masih berlangsung.
Meski terbantu dengan pasokan air, dirinya berharap, warga tidak terus bergantung pada distribusi bantuan.
“Harapan kami, mudah-mudahan yang akan datang itu ada air yang mengalir di sini. Biar kami tidak mencari ke tempat lain lagi,” katanya.
Ketua RT 23 Kelurahan Kemuning, Panca, mengatakan warga yang sumurnya mengering selama ini berupaya mendapatkan air dari sejumlah lokasi di sekitar Kemuning.
Menurutnya, akses air leding menjadi salah satu solusi yang diharapkan warga. Namun, kemampuan masyarakat untuk menanggung biaya pemasangan juga menjadi pertimbangan.
“Jadi intinya tinggal warga ini mampu enggak untuk memasang air leding. Kalau pemasangan gratis mungkin insyaallah warga mau,” ujar Panca.
Pemerintah Cari Solusi Jangka Panjang
Wali kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menyatakan, distribusi air bersih merupakan langkah sementara untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama kemarau panjang.
“Alhamdulillah, kita sudah melakukan upaya-upaya untuk turun ke masyarakat karena untuk kondisi saat ini kita kemarau panjang. Masyarakat juga membutuhkan air sebagai kebutuhan yang mendasar,” ujarnya.
Selain menyalurkan bantuan, Pemerintah Kota Banjarbaru juga mencari opsi untuk menyediakan sumber air yang lebih berkelanjutan bagi warga Kemuning.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mencari titik yang memenuhi persyaratan untuk pembangunan sumur. Pemerintah juga berkomunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru terkait kemungkinan pemanfaatan jaringan pipa yang berada di sekitar kawasan tersebut.
“Hari ini tadi kita sudah melakukan komunikasi dengan Dinas PUPR. Kita ada pipa yang terdekat. Nantinya, insyaallah, di kelurahan akan ditindaklanjuti untuk kebutuhan masyarakat, khususnya air bersih,” kata Lisa.
Sebelumnya, penyaluran air bersih juga dilakukan di Kelurahan Sungai Tiung sebagai bagian dari penanganan dampak kemarau di wilayah Kota Banjarbaru.
Bagi warga Kemuning, bantuan air bersih untuk sementara meringankan kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, rencana pembangunan sumur dan pemanfaatan jaringan pipa diharapkan dapat menjadi langkah menuju akses air bersih yang lebih berkelanjutan.(Mc.Banjarbaru/ald/MedCenBJB/Eyv)