Tanah Merah, InfoPublik –Bupati Boven Digoel Roni Omba, menegaskan data yang akurat, lengkap, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan salah satu fondasi penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
Setiap program dan kegiatan pemerintah, menurutnya, perlu didukung oleh data yang benar agar kebijakan yang dihasilkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Hal itu disampaikan bupati, saat Sosialisasi/Pelatihan Peningkatan Kualitas Statistik Sektoral Distrik Mandobo Tahun 2026, di Aula Meranti, Tanah Merah, Jumat (18/9/2026).
“Data tidak hanya menjadi dokumen administrasi, tetapi harus menjadi instrumen penting dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Boven Digoel yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” katanya.
Bupati menjelaskan, kampung memiliki posisi strategis sebagai salah satu sumber informasi yang paling dekat dengan masyarakat. Data kependudukan, kondisi sosial ekonomi, pelayanan dasar, pembangunan, potensi kampung, hingga distrik.
Bupati juga meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan secara aktif, berdiskusi, serta memahami teknis pengelolaan data yang disampaikan para narasumber. Ia berharap kegiatan tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi ditindaklanjuti dalam praktik pengelolaan data di masing-masing kampung.
“Kita perlu membangun komitmen bersama bahwa setiap data yang kita hasilkan harus memiliki sumber yang jelas, proses yang benar, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Komunikasi dan Informatika serta Badan Pusat Statistik yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola data di Kabupaten Boven Digoel.
Sedangkan, Ketua Panitia yang juga Kepala Bidang Statistik dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boven Digoel, Yanto Tangalayuk, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur kampung mengenai pentingnya pengelolaan data sektoral dalam mendukung kebijakan Satu Data Indonesia.
Menurutnya, kegiatan juga diarahkan untuk menyamakan persepsi dan standar dalam proses pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyajian, hingga pemanfaatan data di tingkat kampung dan distrik.
“Data tidak hanya menjadi dokumen administrasi, tetapi harus menjadi instrumen penting dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Boven Digoel yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tegasnya.