Tanah Merah, InfoPublik - Pemerintah Kabupaten Boven Digoel bersama manajemen RSUD Tanah Merah mengupayakan langkah cepat penambahan tenaga medis dan penyesuaian insentif menyusul aksi protes dokter Unit Gawat Darurat (UGD) yang memasang spanduk keluhan di depan gedung rumah sakit akibat beban kerja berlebih dan minimnya upah.
Hal itu disampaikan Bupati Boven Digoel, Roni Omba, saat berdiskusi dengan Direktur RSUD dan para dokter UGD di RSUD Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Selasa (6/10/2026).
Bupati mengungkapkan, akar permasalahan dari aksi pemasangan baliho tersebut adalah keterbatasan jumlah tenaga dokter umum yang tidak sebanding dengan beban kerja layanan 24 jam serta belum terakomodasinya hak insentif secara memadai.
"Inti dari permasalahan baliho yang terpasang di depan UGD adalah minimnya tenaga dokter dengan waktu kerja yang melebihi, namun upah yang mereka terima sangat minim," katanya.
Ia menjelaskan, standar ideal pelayanan UGD membutuhkan sekitar 15 hingga 20 dokter.
Namun saat ini, RSUD Boven Digoel hanya diperkuat oleh tujuh dokter umum, baik berstatus ASN maupun tenaga kontrak, sehingga pengaturan jam kerja menjadi tidak optimal.
"Kami punya 20 puskesmas di Boven Digoel dan 9 puskesmas memiliki dokter, sementara 11 puskesmas lainnya tidak memiliki dokter," ujar Roni.
Ia mengatakan, pemerintah daerah telah berupaya merekrut dokter kontrak sejak Februari lalu serta mendapatkan program dokter internship, meski sebagian tenaga medis terkendala pendampingan senior dan regulasi hingga akhirnya mengundurkan diri.
Sementara itu, Direktur RSUD Boven Digoel, dr. Norberta Kaitbun Guyop, menyampaikan aksi pemasangan spanduk merupakan bentuk kekecewaan para dokter di UGD atas kondisi kekurangan tenaga medis yang belum kunjung teratasi.
"Kemarin kami sudah bertemu dengan Kepala Dinas Kesehatan. Ada rencana untuk penambahan dokter dan diperbantukan dari Pusling (Puskesmas Keliling), namun sampai kemarin belum ada realisasi," ungkap dr. Norberta.
Meski demikian, manajemen RSUD memastikan bahwa pelayanan kedaruratan di UGD tetap berjalan.
Pihak rumah sakit juga terus berkoordinasi dengan Bagian Hukum Setda Boven Digoel untuk menyiapkan mekanisme pendukung regulasi dan persyaratan insentif bagi para dokter.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Boven Digoel berencana mengusulkan formasi khusus dokter pada penerimaan CPNS mendatang.