Surabaya, InfoPublik – Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur memperkuat kesiapsiagaan relawan dan pengurus dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Penguatan tersebut dilakukan melalui peningkatan kesiapan posko, koordinasi lintas sektor, dan percepatan respons kemanusiaan di seluruh kabupaten dan kota.
Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo, menegaskan bahwa kesiapsiagaan relawan menjadi faktor penting dalam memastikan masyarakat terdampak bencana segera mendapatkan bantuan. Hal tersebut disampaikannya dalam peringatan HUT ke-81 PMI yang berlangsung di Lapangan Pusdiklat PMI Provinsi Jawa Timur, Gresik, Kamis (17/9/2026).
Imam Utomo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, relawan, dan karyawan PMI di Indonesia yang telah berkontribusi dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai bencana, mulai dari kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, hingga bencana geologi.
“Peduli maknanya adalah kita semua harus memperhatikan keadaan masyarakat apabila ada bencana. Pedoman kita sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan adalah enam jam setelah kejadian, semua relawan dan pengurus yang bertugas harus sudah ada di daerah kejadian,” ujar Imam.
Menurutnya, semangat kepedulian dan gerak bersama harus diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan. PMI perlu memastikan bantuan logistik tersedia dan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berjalan cepat ketika bencana terjadi.
“Bergerak bersama yaitu sama-sama dengan pemerintah dan organisasi masyarakat yang lainnya. Seluruh masyarakat kita bisa mencapai yang terbaik untuk membantu dari yang tertimpa bencana tersebut,” lanjutnya.
Imam Utomo mengingatkan, pentingnya kesiapan personel PMI di setiap daerah, terutama dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana yang memerlukan evakuasi dan penanganan pengungsian.
Dirinya meminta, setiap kabupaten dan kota memiliki sedikitnya 50 relawan yang siap dikerahkan ketika kondisi darurat terjadi. Kesiapan tersebut perlu didukung dengan posko yang aktif, koordinasi lintas instansi, dan pembagian tugas yang jelas. “Di setiap kabupaten kota minimal ada satu atau 50 orang relawan yang siap. Kalau terjadi pengungsian, paling utama kita adalah memberikan bantuan untuk dapur umum terlebih dahulu, setelah itu membantu evakuasi dan sebagainya,” jelasnya.
Pihaknya menekankan, penanganan bencana harus dilaksanakan secara terstruktur dengan melibatkan instansi terkait. PMI Jatim juga diminta menjaga kesiapan posko dan memperkuat kerja sama dengan BPBD setempat agar relawan dapat segera bergerak ketika dibutuhkan. “Mulai dari posko harus tetap siap-siap, lalu koordinasi dengan BPBD setempat. Apabila kejadian segera bergerak dan relawan yang disiapkan,” tegas Imam.
Kesiapan Menghadapi Ancaman Gempa
Lebih lanjut, Imam mengingatkan, jajaran PMI Jawa Timur agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di wilayah selatan Pulau Jawa. Ia meminta relawan mengikuti informasi resmi BMKG mengenai perkembangan cuaca dan potensi bencana. “Khususnya bagi daerah-daerah wilayah selatan, salah satu informasi yang paling baik kita dengarkan setiap hari laporan BMKG, apakah cuaca dan sebagainya,” pesannya.
Pihaknya juga menyinggung pentingnya kesiapan PMI menghadapi berbagai jenis bencana, termasuk kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta aktivitas vulkanik. Menurutnya, kesiapan relawan harus terus ditingkatkan melalui pendidikan, pelatihan, dan koordinasi bersama berbagai pihak.
Selain penanganan bencana, ia mengingatkan masyarakat agar memperhatikan keamanan air hujan ketika terjadi hujan abu vulkanik. Air yang terkontaminasi abu tidak boleh langsung digunakan untuk minum maupun mandi sebelum dipastikan aman.
Peringatan HUT ke-81 PMI menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kemanusiaan melalui tema “Peduli, Bergerak Bersama.” Tema tersebut menekankan pentingnya kepedulian terhadap masyarakat dan kolaborasi dalam penanganan bencana.
Imam Utomo mengapresiasi dukungan berbagai mitra yang membantu kegiatan kemanusiaan PMI. Ia berharap kerja sama antara PMI, pemerintah, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat. “Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus, para relawan, para karyawan, seluruh PMI di Indonesia yang telah berbuat banyak membantu masyarakat dalam kemanusiaan,” pungkasnya.
Melalui penguatan kesiapsiagaan tersebut, PMI Jawa Timur mendorong seluruh jajaran untuk menjaga kesiapan relawan, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan memberikan pelayanan kemanusiaan secara cepat kepada masyarakat terdampak bencana. (MC Prov Jatim /hjr/eyv)