Langgur, InfoPublik — Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, mengajak masyarakat memperkuat kerukunan antarumat beragama dengan menerapkan nilai Ain Ni Ain dan tradisi Yelim. Keduanya menjadi landasan persaudaraan dan gotong royong masyarakat Kei dalam membantu sesama tanpa membedakan agama maupun suku.
Ajakan tersebut disampaikan saat menjamu makan malam peserta Sidang ke-46 Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) di rumah dinas bupati, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Senin (26/10/2026).
Thaher mengatakan kerukunan harus tercermin dalam kepedulian, sikap saling menghormati, dan kesediaan membantu warga yang menghadapi kesulitan. Menurutnya, pemerintah daerah juga berkewajiban mendukung kehidupan beragama, termasuk kegiatan serta pelayanan rumah ibadah.
“Prinsip saya, tangan kanan memberi, tangan kiri tidak boleh tahu. Kegiatan gereja, kegiatan masjid, tidak pernah saya lewati,” kata Thaher.
Ia menilai dukungan terhadap rumah ibadah merupakan bentuk penghormatan terhadap kehidupan beragama dan komitmen menjaga kedamaian. Nilai Ain Ni Ain, yang menegaskan bahwa semua bersaudara, perlu diwujudkan dalam hubungan sehari-hari.
Thaher juga meminta masyarakat melestarikan Yelim, tradisi yang mengajarkan kepedulian dan saling membantu. Melalui semangat tersebut, warga diharapkan tidak membiarkan sesamanya menghadapi kesulitan sendirian.
“Pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat harus saling melengkapi. Dengan kebersamaan, pekerjaan yang berat akan menjadi ringan,” ujarnya.
Menurut Thaher, kehadiran pendeta dan perwakilan gereja dari Maluku serta Maluku Utara menjadi kesempatan mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Maluku Tenggara dan Kota Tual.
Ia menyampaikan bahwa selama dua periode kepemimpinannya, Maluku Tenggara dua kali menjadi lokasi Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) Angkatan Muda GPM dan satu kali menjadi tuan rumah Sidang MPL Sinode GPM.
Sementara itu, Ketua Sinode GPM, Pendeta Sacharias Izack Sapulette, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Maluku Tenggara terhadap pelaksanaan MPP ke-37 AMGPM di Jemaat Ohoira, Kabupaten Maluku Tenggara, serta Sidang ke-46 MPL Sinode GPM di Jemaat Tual, Kota Tual.
Sapulette berharap komunikasi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat terus terjaga. Ia juga berharap kepemimpinan daerah dapat merangkul seluruh warga tanpa membedakan latar belakang. “Semoga Bapak Bupati bisa menjadi bapak untuk semua suku dan agama. Tuhan memberkati,” ungkapnya.