Langgur, InfoPublik — Pemerintah Kota (Pemkot) Tual mendorong pengembangan tradisi buka sasi dan panen ikan di Teluk Taar menjadi festival wisata budaya berskala besar pada 2028. Agenda dua tahunan tersebut diharapkan menarik wisatawan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.
Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, mengatakan tradisi itu memiliki daya tarik wisata dan nilai kearifan lokal dalam menjaga kelestarian sumber daya laut. Namun, promosinya dinilai belum menjangkau masyarakat luas.
“Kegiatan hari ini merupakan sebuah tradisi yang dilaksanakan dua tahun sekali, tepatnya pada setiap tahun genap,” kata Renuat saat mengikuti buka sasi di Desa Taar, Kota Tual, Provinsi Maluku, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, pengemasan acara dan promosi yang lebih luas dapat meningkatkan minat wisatawan Nusantara maupun mancanegara. Ia mencontohkan Festival Pesona Meti Kei di Kabupaten Maluku Tenggara sebagai kegiatan yang telah dikenal wisatawan.
“Ini persoalan yang belum diblow up keluar saja. Kalau sudah dipromosikan seperti kegiatan Meti Kei di Maluku Tenggara, saya kira ini sangat menarik bagi berbagai wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun Nusantara,” ujarnya.
Renuat telah menyampaikan kepada Kepala Ohoi Taar agar panen ikan berikutnya dikemas lebih menarik dengan melibatkan berbagai pihak. Ia juga mendorong kehadiran pejabat tingkat nasional untuk memperluas publikasi kegiatan.
Pengembangan festival pada 2028 direncanakan turut memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi bahari masyarakat Taar, dengan tetap mempertahankan nilai adat dalam pengelolaan sumber daya laut.
Sementara itu, Kepala Ohoi Taar, Charles Jan Tarantein, mengatakan panen ikan merupakan kelanjutan dari tradisi buka sasi yang dijalankan masyarakat untuk menjaga sumber daya laut.
Ia menyebut pelaksanaan tahun ini mendapat perhatian sejumlah pejabat, termasuk Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tual, serta Bupati Maluku Tenggara.
“Kalau bagi saya, tahun ini sangat spesial karena dihadiri Pak Dirjen, Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota, juga Pak Bupati Maluku Tenggara,” kata Tarantein.
Menurutnya, kerja sama Pemerintah Kota Tual dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan festival sekaligus promosi wisata budaya dan bahari.
Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, turut menyampaikan dukungan terhadap pelestarian tradisi tersebut. Ia menilai kehadiran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah kedua wilayah menunjukkan dukungan bersama dalam menjaga adat dan budaya.
Thaher berharap kegiatan itu memberi manfaat melalui peningkatan kunjungan wisata, aktivitas ekonomi, dan peluang usaha warga.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Ohoi Taar,” pungkasnya.
(MC.Maluku Tenggara/Adolof Labetubun)