Langgur, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara mendorong Jemaat GPM Anugerah memperkuat tiga peran strategis dalam kehidupan masyarakat, yakni pembentukan karakter, penguatan keluarga, dan pendampingan sosial.
Wakil Bupati (Wabup) Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menyampaikan pesan tersebut saat membacakan sambutan Bupati pada resepsi syukur HUT ke-28 Jemaat GPM Anugerah di Gereja Anugerah, Ohoijang Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Minggu (23/8/2026).
Wabup menyebut perjalanan 28 tahun Jemaat GPM Anugerah sebagai refleksi kesetiaan dalam pelayanan, ketekunan iman, dan kebersamaan umat.
“Rentang waktu 28 tahun menunjukkan kepada kita semua tentang jejak kesetiaan dalam pelayanan, ketekunan iman dan kebersamaan umat,” kata Wabup saat membacakan sambutan Bupati.
Menurutnya, momentum ulang tahun tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga kesempatan untuk mengevaluasi dan memperkuat kontribusi jemaat kepada masyarakat dan daerah.
Wabup turut memberikan apresiasi kepada Majelis Jemaat dan seluruh jajaran pelayanan yang dinilai telah berkontribusi dalam pembinaan umat dan menjaga ketenteraman masyarakat, khususnya di kawasan ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara.
HUT ke-28 Jemaat GPM Anugerah mengusung tema “Berakar Dalam Iman, Bertumbuh Dalam Kasih Karunia.”
Wabup memaknai “berakar” sebagai kedalaman iman yang menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan kehidupan. Sementara “bertumbuh” dimaknai sebagai proses menghasilkan buah yang memberi manfaat kepada sesama.
“Iman dan pengajaran harus menjelma menjadi perilaku yang memberi manfaat bagi sesama serta lingkungan,” ujarnya.
Menurut Wabup, gereja dan pemerintah memiliki peran yang saling melengkapi dalam pembangunan daerah. Gereja tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan keagamaan, tetapi juga mitra pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter.
Perkuat Karakter hingga Ketahanan Keluarga
Wabup menggarisbawahi tiga fungsi penting gereja, yakni pembentukan karakter, penguatan keluarga, dan pendampingan sosial.
Pembentukan karakter anak, remaja, dan pemuda dinilai penting untuk menghadapi sejumlah persoalan, seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, perjudian dan judi daring, kekerasan dalam rumah tangga, serta dampak negatif media digital.
Pada lingkup keluarga, pembinaan gereja diharapkan ikut mendukung agenda pembangunan, antara lain pencegahan stunting, peningkatan kualitas pendidikan anak, dan penguatan kemandirian ekonomi keluarga.
Sementara melalui pendampingan sosial, gereja diharapkan terus hadir bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian, termasuk keluarga miskin, lanjut usia, penyandang disabilitas, serta kelompok masyarakat yang terpinggirkan.
Wabup juga menilai posisi Jemaat GPM Anugerah di Ohoijang Langgur menghadirkan peluang sekaligus tantangan.
Sebagai bagian dari pusat aktivitas ibu kota kabupaten, masyarakat memiliki akses lebih luas terhadap perdagangan, jasa, transportasi, pemerintahan, kesehatan, dan pendidikan. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan persaingan, biaya hidup, serta kecenderungan gaya hidup konsumtif.
Perkembangan teknologi informasi turut menjadi perhatian. Arus informasi yang cepat dinilai perlu disikapi secara bijak agar masyarakat tidak mudah terpengaruh berita bohong, hasutan, maupun provokasi yang dapat mengganggu persatuan.
Karena itu, Jemaat GPM Anugerah diharapkan menjadi sumber kesejukan dengan terus menyuarakan persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan.
“Merespons segala sesuatu dengan kepala dingin, pemikiran yang jernih dan selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam menjaga harmoni di masyarakat,” pesannya.
Menurut Wabup, harmoni sosial merupakan salah satu modal penting pembangunan karena kondisi masyarakat yang aman dan rukun mendukung aktivitas ekonomi maupun pelayanan publik.
“Harmoni adalah akar, landasan dan prasyarat sebagai modal untuk bertumbuh,” tegasnya.
Tiga Harapan untuk Jemaat GPM Anugerah
Pada kesempatan tersebut, Wabup menyampaikan tiga harapan bagi Jemaat GPM Anugerah.
Pertama, jemaat diharapkan semakin berakar kuat dalam iman sehingga tidak mudah digoyahkan berbagai tantangan zaman.
Kedua, jemaat diharapkan terus bertumbuh dan menghasilkan karya yang bermanfaat, tidak hanya bagi warga gereja, tetapi juga masyarakat di sekitarnya.
Ketiga, Jemaat GPM Anugerah diharapkan menjadi teladan dalam kemandirian, baik dalam kehidupan rohani, sosial, maupun ekonomi.
Wabup berharap HUT ke-28 menjadi momentum untuk memperkuat pelayanan, menjaga persatuan, membangun karakter generasi muda, memperkokoh keluarga, serta meningkatkan kontribusi jemaat terhadap pembangunan Kabupaten Maluku Tenggara.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-28 Jemaat GPM Anugerah. Kiranya rahmat Tuhan Yang Maha Esa memberkati pelayanan kita semua, memberkati Jemaat Anugerah dan memberkati Kabupaten Maluku Tenggara yang kita cintai,” pungkasnya.