Jakarta, InfoPublik – Pemerintah Indonesia menyiapkan strategi pengembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) secara menyeluruh, mulai dari energi, infrastruktur, cip (chip), talenta, hingga aplikasi.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengatakan, strategi tersebut disiapkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga memiliki posisi signifikan dalam pengembangan AI di tingkat global.
“Pada ujungnya kita tidak ingin hanya menjadi user, kita ingin menjadi player yang signifikan di dalam pengembangan AI di tingkat global,” ujar Wamen Nezar Patria dalam acara UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center di Yogyakarta, Kamis (13/8/2026).
Menurut Nezar, lima lapisan tersebut merupakan pendekatan untuk melihat ekosistem AI secara menyeluruh atau full stack of AI. Setiap lapisan memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah perkembangan teknologi AI global. “Layer pertama itu energi, lalu kemudian ada infrastruktur, lalu kemudian ada chip, lalu kemudian ada talent, lalu baru aplikasi,” jelasnya.
Pada tahap pengembangan saat ini, Indonesia berfokus pada pemanfaatan aplikasi dengan menggunakan foundation model yang telah tersedia. Model tersebut kemudian dikembangkan melalui proses post-training untuk menjawab kebutuhan di berbagai sektor.
Langkah tersebut dipilih karena pengembangan model AI secara mandiri membutuhkan investasi dan waktu yang panjang. Pemerintah, kata Nezar, memandang pemanfaatan teknologi yang telah tersedia dapat menjadi langkah awal untuk menghasilkan solusi sesuai kebutuhan nasional.
“Kita coba menggunakan foundation model yang sudah ada, kemudian dilakukan sejumlah post-training untuk memecahkan sejumlah solusi-solusi, seperti untuk kesehatan, lalu untuk pertanian, dan juga di bidang pendidikan,” kata Wamen Nezar.
Meski demikian, pemerintah tidak ingin pengembangan AI nasional berhenti pada lapisan aplikasi. Kondisi tersebut dinilai berisiko menempatkan Indonesia hanya sebagai pengguna teknologi.
Karena itu, Peta Jalan Nasional Pengembangan AI yang tengah disusun diarahkan untuk mendorong kolaborasi, inovasi, dan investasi pada seluruh lapisan ekosistem AI. “Kita coba melihat full stack of AI ini lebih strategis,” tegas Nezar Patria.
Untuk memperkuat lapisan infrastruktur dan cip, Indonesia akan memanfaatkan keunggulan sumber daya nasional sekaligus membuka ruang bagi kolaborasi strategis dengan berbagai pihak.
Wamen Nezar mengatakan kekayaan mineral kritis menjadi salah satu modal Indonesia untuk memperkuat posisi dalam rantai ekosistem AI, terutama melalui hilirisasi dan pengembangan industri bernilai tambah. “Kita punya critical minerals yang cukup banyak dan cukup strategis,” pungkasnya.