Bandung, InfoPublik – Direktur Informasi Publik, Ditjen Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komdigi (Kemkomdigi), Nursodik Gunarjo menegaskan ruang digital saat ini menghadapi tantangan serius yang perlu direspons secara kolektif oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Gaskeun Camp: Kolab Jadi Jawara dengan tema: “#GaskeunJagaInfo: Kolaborasi Ala Muda, Bela Negara Ala Bandung” yang digelar di Kota Bandung, Jawa Barat pada Kamis (23/4/2026). “Ada tiga ancaman utama di ruang digital saat ini, yaitu hoaks dan disinformasi, malinformasi, serta apatisme digital. Ketiganya bisa merusak kualitas informasi publik bahkan mengancam persatuan bangsa,” ujar Nursodik.
Lanjutnya, hoaks dan disinformasi merupakan masalah lama yang kini semakin masif akibat perkembangan media sosial. Sementara itu, malinformasi dan informasi yang benar namun digunakan untuk merugikan pihak lain juga menjadi ancaman serius.
Selain itu, Nursodik menyoroti fenomena apatisme digital, yakni sikap acuh masyarakat yang hanya menjadi konsumen informasi tanpa melakukan verifikasi atau kontribusi positif.
Peserta Gaskeun Camp: Kolab Jadi Jawara didorong untuk melakukan aksi nyata, mulai dari menyaring informasi sebelum dibagikan, membuat konten klarifikasi terhadap hoaks, hingga memperkuat kolaborasi antar komunitas digital.
Menurutnya, Bandung dipilih sebagai lokasi karena memiliki ekosistem digital yang kuat, dengan jumlah mahasiswa besar dan potensi kreator konten yang tinggi. “Kami ingin menangkap energi kolektif dan kreatif dari Bandung untuk mendorong gerakan nasional literasi digital,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa, kreator konten, dan komunitas digital untuk memperkuat literasi informasi dan menciptakan konten positif di era algoritma. "Generasi muda diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan informasi yang mengedukasi, mencerahkan, dan memberdayakan masyarakat," kata Nursodik Gunarjo.
Gaskeun Camp: Kolab Jadi Jawara menghadirkan narasumber dari Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Brigjen TNI Berty B.W. Sumakud, Perwakilan Pandawara Group Mochamad Agung Permana, dan Founder Festival Pelajar Unggulan sekaligus influencer pemberdayaan anak muda Safhira Alfarisi.
Mahasiswa yang hadir dalam kegiatan ini Universitas Pasundan (Unpas), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Islam Bandung (Unisba), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), UIN Sunan Gunung Jati, dan Universitas Komputer Indonesia (Unikom).