Dua Tahun Kemkomdigi, Akses Internet Diperluas ke 31.864 Fasilitas Publik
kantor Kemkomdigi di Jakarta (foto: Dhe Anola/KPM Kemkomdigi)
kantor Kemkomdigi di Jakarta (foto: Dhe Anola/KPM Kemkomdigi)
Jakarta, InfoPublik – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mencatat perluasan akses internet ke 31.864 lokasi fasilitas publik pada 2026. Capaian tersebut sejalan dengan jangkauan sinyal 4G yang telah mencapai 98,96 persen populasi Indonesia, sebagai bagian dari upaya memperluas konektivitas dan mendekatkan layanan publik kepada masyarakat.
Berdasarkan laporan Rajut Kehidupan Digital Nusantara: Laporan Dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital atas Dua Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran dikutip Rabu (21/10/2026), akses internet fasilitas publik menjangkau berbagai lokasi, mulai dari fasilitas pendidikan, kantor pemerintahan, fasilitas kesehatan, hingga pusat kegiatan masyarakat.
Manfaat perluasan konektivitas tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat. Kepala SD YPK Netar, Jayapura, Papua, Melkianus Wompere, mengungkapkan bahwa sebelum tersedia bantuan akses internet, sekolah harus membawa siswa ke lokasi lain untuk mengikuti ujian berbasis komputer.
“Ketika ada bantuan internet, kami sangat terbantu dan tidak perlu bawa anak-anak ini mencari sinyal ke sekolah lain,” ujar Melkianus, sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut.
Di sektor kesehatan, akses internet juga membantu tenaga medis dalam menjalankan pelayanan. Pelaksana Harian Kepala Puskesmas Camplong, Luisa Tecla C. Soares, mengatakan konektivitas mendukung masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan.
“Semua masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas Camplong itu bisa dapat memeriksakan kesehatan secara gratis,” tuturnya.
Laporan yang mencakup periode 20 Oktober 2024 hingga 20 Oktober 2026 itu juga mencatat sebanyak 6.747 base transceiver station (BTS) 4G telah melayani wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Perluasan akses internet turut mendukung berbagai layanan dan program pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Secara keseluruhan, sebanyak 21.722 fasilitas pendidikan telah terkoneksi.
Selain memperluas jaringan yang sudah tersedia, Kemkomdigi menyiapkan penguatan konektivitas untuk memenuhi kebutuhan layanan digital ke depan. Laporan tersebut mencatat komitmen penyediaan jaringan 4G bagi 538 desa/kelurahan yang belum memiliki sinyal atau masih mengalami sinyal lemah.
Penguatan infrastruktur juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas jaringan dan mendukung pengembangan layanan 5G. Target yang tercantum dalam laporan tersebut adalah cakupan 5G minimal 51 persen populasi nasional pada 2029, disertai arah peningkatan kecepatan mobile broadband hingga 100 Mbps pada tahun yang sama.
Meski cakupan konektivitas terus meluas, pemerataan kualitas layanan masih menjadi pekerjaan lanjutan. Sejumlah wilayah, terutama kawasan pegunungan, pulau kecil, dan perbatasan, masih menghadapi tantangan jangkauan maupun kualitas jaringan.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa perluasan konektivitas tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, informasi, dan peluang ekonomi digital.
© Copyright 2026, All Rights Reserved