Jakarta, InfoPublik – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengajak seluruh jajaran di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperkuat silaturahmi, keimanan, dan integritas dalam menjalankan tugas, khususnya di momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sarasehan dan taklimat bertema “Terhubung Dalam Silaturahmi, Tumbuh Dalam Iman, Terjaga Dalam Ketaqwaan” yang digelar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Meutya menegaskan bahwa berbagai agenda strategis kementerian tetap berjalan, termasuk sejumlah program prioritas transformasi digital nasional.
Salah satu agenda yang sedang dikawal adalah implementasi Peraturan Pemerintah TUNAS yang bertujuan menunda akses anak-anak terhadap media sosial sebagai bagian dari upaya perlindungan generasi muda di ruang digital.
“Insya Allah setelah ini kita tetap menjalankan pola kerja work from anywhere (WFA). Selama lima bulan ke depan kita tetap berkomunikasi dan mengawal berbagai program besar kementerian,” ujar Meutya.
Ia juga menyampaikan harapan agar momentum Ramadan menjadi kesempatan untuk mempererat kebersamaan di lingkungan kementerian sekaligus meningkatkan kualitas kerja dan ibadah.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail menjelaskan bahwa kementerian memiliki konsep kerja yang dikenal dengan slogan T3, yaitu Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.
Menurutnya, konsep tersebut menggambarkan kondisi masyarakat digital Indonesia yang kini semakin terkoneksi melalui teknologi.
“Terhubung berarti masyarakat Indonesia kini semakin terkoneksi melalui dunia digital dari Sabang sampai Merauke. Namun kita tidak ingin konektivitas itu hanya sekadar terhubung tanpa makna,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa konektivitas digital harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kecerdasan generasi muda, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, dunia digital juga harus terjaga dari berbagai dampak negatif yang dapat merugikan masyarakat, terutama bagi generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Fitroh Rohcahyanto turut memberikan pembekalan dan tausyiah mengenai pentingnya integritas pegawai serta peran keluarga dalam mencegah praktik korupsi.
Ia menekankan bahwa integritas aparatur menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan lembaga pemerintah dapat menjalankan tugas secara profesional dan akuntabel.
Kegiatan sarasehan tersebut diikuti oleh pejabat eselon I, eselon II, serta pegawai di lingkungan Kemkomdigi sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai integritas dan kebersamaan dalam menjalankan tugas pemerintahan.