Jakarta, InfoPublik – Tiga tokoh bangsa, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan William Soeryadjaya, menerima penghormatan melalui Katadata Lifetime Achievement Award 2026 menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober. Penghargaan tersebut mengangkat kontribusi ketiganya dalam bidang teknologi, demokrasi, kemanusiaan, dan pembangunan ekonomi nasional.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menghadiri malam apresiasi bertajuk Tiga Tokoh, Satu Indonesia di Sudirman Hall, Sequis Tower, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026).
Penghargaan untuk Presiden ke-3 Republik Indonesia B.J. Habibie diterima oleh Ilham Akbar Habibie. Penghargaan untuk Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur diserahkan kepada Sinta Nuriyah Wahid dan Yenny Wahid. Sementara itu, penghargaan untuk pendiri Astra International, William Soeryadjaya, diterima oleh Edwin Soeryadjaya.
Katadata menilai ketiga tokoh tersebut memiliki jalur pengabdian berbeda, tetapi sama-sama berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Habibie dikenal atas kiprahnya dalam pengembangan teknologi dan industri dirgantara, serta perannya dalam masa transisi demokrasi. Gus Dur dikenang melalui perjuangannya dalam memperkuat pluralisme, demokrasi, dan nilai-nilai kemanusiaan. Adapun William Soeryadjaya dikenal sebagai pengusaha yang membangun Astra International dan berkontribusi terhadap perkembangan dunia usaha nasional.
Keteladanan untuk Generasi Muda
Menpora Erick mengatakan, perjalanan ketiga tokoh tersebut menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa dapat dilakukan melalui berbagai bidang keahlian dan profesi. Nilai-nilai yang mereka wariskan, menurutnya, tetap relevan bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi, persaingan global, dan tantangan menjaga persatuan.
“Pak Habibie membuktikan bahwa anak bangsa mampu menguasai teknologi dan bersaing dengan dunia. Gus Dur mengajarkan bahwa kebesaran bangsa juga ditentukan oleh kemampuannya menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi kemanusiaan. Sementara Pak William menunjukkan bagaimana dunia usaha dapat menjadi kekuatan untuk membangun ekonomi nasional,” ujar Erick.
Pesan tersebut menekankan bahwa kontribusi generasi muda terhadap bangsa tidak terbatas pada satu bidang. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, penghormatan terhadap keberagaman, serta semangat membangun ekonomi dapat menjadi bagian dari upaya bersama memajukan Indonesia.
Bagi generasi muda, keteladanan para tokoh tersebut dapat menjadi pengingat bahwa keberhasilan perlu disertai tanggung jawab sosial. Kemampuan berinovasi, menghargai perbedaan, dan menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat merupakan nilai yang dapat diterapkan dalam pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat.
Merawat Semangat Persatuan Sumpah Pemuda
Chief Executive Officer (CEO) Katadata Metta Dharmasaputra mengatakan, acara tersebut diselenggarakan untuk merawat semangat persatuan yang telah diikrarkan para pemuda pada 28 Oktober 1928.
“Anugerah Lifetime Achievement Award pada malam hari ini diberikan kepada tiga tokoh bangsa yang berasal dari latar belakang berbeda, namun telah merawat spirit kebersamaan di jalannya masing-masing untuk membangun Indonesia yang satu: tiga tokoh, satu Indonesia,” kata Metta.
Ia berharap penghargaan tersebut dapat mendorong masyarakat untuk mengikuti jejak para tokoh dalam menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah perbedaan.
“Semoga kita semua dapat mengikuti jejak langkah mereka untuk terus merawat spirit persatuan dan kebersamaan di negeri ini sebagai memori kolektif bangsa,” ujarnya.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk mengingat kembali peran generasi muda dalam menjaga persatuan sekaligus menjawab tantangan zaman. Melalui keteladanan Habibie, Gus Dur, dan William Soeryadjaya, semangat tersebut dapat diterjemahkan ke dalam kontribusi nyata di bidang teknologi, kemanusiaan, demokrasi, dan perekonomian.