Jakarta, InfoPublik - Pemerintah resmi meluncurkan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) 2025–2029 di Jakarta, Rabu (19/11/2025). Dokumen strategis ini menjadi pedoman penting dalam mengarahkan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Acara peluncuran diawali dengan penayangan video yang menggambarkan dinamika kependudukan Indonesia sebagai negara besar dengan tantangan pembangunan manusia yang kompleks. Mulai dari pengelolaan jumlah penduduk, kualitas SDM, hingga distribusi dan mobilitas penduduk, seluruh kondisi ini menegaskan urgensi kebijakan kependudukan yang terarah dan terukur.
Pemerintah menekankan bahwa investasi pada pendidikan, sains, dan teknologi harus diperkuat sebagai fondasi utama pengembangan sumber daya manusia unggul. Melalui Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, pemerintah merumuskan lima sasaran utama pembangunan kependudukan, yaitu: Pengelolaan kuantitas penduduk, Peningkatan kualitas penduduk, Pembangunan keluarga, Penguatan inklusi sosial, dan Persebaran dan pengarahan mobilitas penduduk.
Dokumen ini menjadi acuan teknis bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menyelaraskan kebijakan kependudukan dengan target pembangunan nasional jangka menengah dan jangka panjang.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN), Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, serta seluruh mitra pembangunan yang telah terlibat dalam penyusunan dokumen ini. “Kita harus memastikan SDM Indonesia adalah SDM yang sehat dan unggul, mampu mendorong transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan dan inovasi,” tegas Pratikno.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan kependudukan ke depan harus dilakukan secara holistik dan berkelanjutan, termasuk menjaga agar angka kelahiran tetap berada pada replacement level, meningkatkan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja, serta menyiapkan skema silver economy untuk menghadapi populasi lanjut usia.
Pratikno menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan sebagai pedoman kerja bersama. “Mari kita pastikan sinergi dari pusat hingga daerah demi terwujudnya penduduk tumbuh seimbang dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.