Jakarta, InfoPublik — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan fondasi utama ekonomi digital nasional, dan pelindungan data pribadi menjadi instrumen strategis untuk mewujudkannya.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengatakan bahwa di era ekonomi berbasis data, kepercayaan publik telah menjadi “mata uang baru” yang menentukan keberlanjutan transformasi digital.
“Kepercayaan adalah investasi terbaik, bahkan menjadi mata uang baru di dunia yang serba terkoneksi. Dengan penegakan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) yang kolaboratif, kita memperkuat daya saing Indonesia di kancah global,” ujar Nezar dalam seminar Accelerating PDP Law Enforcement through Public–Private Collaboration to Drive Digital Innovation di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Nezar menekankan, pelindungan data tidak hanya soal keamanan sistem digital, melainkan juga pembangunan ekosistem kepercayaan antara pemerintah, industri, dan masyarakat. Ia menyebut, sepanjang 2023, terdapat sekitar tiga juta insiden kebocoran data di Indonesia, dengan 62 persen di antaranya melibatkan pencurian informasi pribadi.
“Kita tidak bisa membiarkan potensi ekonomi digital bernilai ratusan triliun rupiah terancam oleh kerugian akibat kebocoran data. Pelindungan data pribadi adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Alexander Sabar menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital harus diimbangi dengan sistem pengawasan yang kokoh dan kepatuhan hukum yang konsisten.
“Inovasi boleh melaju cepat, tapi keamanan dan kepatuhan hukum adalah rel yang tidak boleh ditinggalkan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi Sonny Hendra Sudaryana menilai penerapan prinsip privacy by design menjadi langkah penting dalam membangun inovasi yang berkelanjutan. Ia menyebut, konsep tersebut telah diterapkan dalam Garuda Spark Innovation Hub untuk memastikan setiap solusi digital aman sejak tahap perancangan.
“Transformasi digital hanya akan berkelanjutan jika dibangun di atas kepercayaan. Melalui Garuda Spark Innovation Hub, kami mempertemukan BUMN, startup, akademisi, dan regulator untuk menguji solusi digital yang aman sejak tahap awal,” jelasnya.
Sonny menambahkan bahwa pelindungan data kini telah menjadi bagian integral dari layanan strategis, termasuk sistem Know Your Customer (KYC) yang memastikan verifikasi identitas digital berjalan aman dan kredibel.
Forum yang dihadiri lebih dari 30 perwakilan sektor publik dan swasta, termasuk Telkom Indonesia, Bank Mandiri, Pertamina, Freeport, BRI, XL Axiata, dan SKK Migas, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kedaulatan dan kepercayaan digital Indonesia.
“Kepercayaan digital bukan hanya hasil dari regulasi, tetapi buah dari kolaborasi,” pungkas Nezar Patria.