Jakarta, InfoPublik - Direktorat Jenderal Bina Administrasi Wilaya Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, mengharapkan tujuan penguatan program pemerintahan di desa dapat tercapai.
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan dan Kerja Sama, Raziras Rahmadillah, melalui keterangan tertulisnya, yang didampingi Edi Cahyono, selaku Analis Kebijakan Ahli Madya, usai membuka Rapat Monitoring dan Evaluasi Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) Sub Komponen 1D di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/11/2023).
"Setelah menjalankan program selama kurang lebih satu tahun ke belakang, harapannya kita sudah semakin dekat dengan tujuan program yang ingin dicapai. Selain itu, evaluasi dari rangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan penting untuk melihat perbaikan dan peningkatan yang perlu dilakukan pada kegiatan-kegiatan selanjutnya yang belum terlaksana," kata Raziras.
Adapun tujuan dari monitoring dan evaluasi program itu adalah untuk melihat capaian kinerja dan kemajuan pelaksanaan Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) Sub Komponen 1D di Tahun Anggaran 2023. Di samping itu untuk melakukan evaluasi terhadap persoalan yang muncul sehingga dapat dipetakan langkah-langkah penyelesaiannya sekaligus mitigasi terhadap kendala dalam Langkah-langkah yang akan dilaksanakan.
Rapat juga membahas rencana kegatan dan pembiayaan/Annual Work Plan anda Budgeting (AWPB) Tahun 2024 sebagai tahun terakhir daripada program.
"Rapat itu menjadi wadah diskusi antara pihak internal pelaksana program dan pihak-pihak eksternal terkait untuk membahas rencana tindak lanjut, serta keberlanjutan program untuk Tahun Anggaran selanjutnya,” ajaknya.
Raziras menekankan pentingnya sistem dashboard kecamatan sebagai tools kerja camat, dalam melaksanakan fungsi camat dalam mendukung kualitas layanan dasar di desa.
Tujuannya, agar dapat diimplementasikan melalui 10 (sepuluh) langkah yang sudah ditetapkan dan modul-modul pelatihan yang sudah disusun.
Tools inilah yang akan menjadi ruh dalam pelaksanaan program sehingga menjadi komponen utama yang perlu dilatihkan secara berjenjang sampai kepada camat.
Pelatihan Master of Trainer (MOT) yang sudah dilaksankan sebelumnya menjadi titik awal dalam pelaksanan program ini sehingga proses transfer of knowledge berikutnya dalam Trainer of Training (TOT) dapat tercapai dan dapat diimplementasikan oleh camat.
Rapat dilaksanakan pada 9 - 11 November 2023 dan menghadirkan beberapa narasumber, yaitu dari unsur akademisi, Prabawa Eka Soesanta, pejabat dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) khusus Jakarta.
Rapat turut dihadiri oleh Tim Fasilitator pelatihan dari Widyaiswara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemendagri, Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Inspekotrat Jenderal Kemendagri, Sekretariat Jenderal Kemendagri, National Management Consultant (NMC) dan Tim Sekretariat P3PD Sub Komponen 1D